Paus Fransiskus ikut prihatin sama nasib rakyat di Gaza, Palestina. Imam umat Katolik se-dunia itu menyerukan penghentian konflik di Gaza. Itu disampaikan Paus Fransiskus melalui pesan Angelus mingguan pada 3 Maret lalu. Paus juga mendorong tercapainya gencatan senjata di Gaza biar nggak ada lagi korban berjatuhan. Bahkan Paus sampe mohon ke Israel untuk menghentikan aksi biadabnya itu.
“Tolong, cukup,” katanya. “Benarkah ini rencana kita untuk membangun dunia yang lebih baik? Berhenti, Cukup,” lanjutnya.
Paus juga minta para sandera dibebasin dan bantuan kemanusiaan di Gaza ditingkatin. Paus bilang kehancuran luar biasa yang terjadi di Gaza mengakibatkan penderitaan bagi kelompok rentan dan nggak berdaya. Asal tahu aja, seruan ini nggak cuma kali ini aja disampaikan Paus.
Pada 5 November 2023 lalu, Paus menyerukan gencatan senjata bagi Israel dan Hamas Gaza.
“Atas nama Tuhan, tolonglah berhenti,” ucap Paus.
“Saya berharap semua jalan yang memungkinkan ditempuh sehingga dapat mencegah meluasnya konflik,” lanjutnya.
Paus juga minta semua sandera segera dibebaskan karena di antara mereka banyak anak-anak. Dengan begitu Paus berharap para sandera bisa segera kembali ke keluarga mereka masing-masing. Menurut data PBB, ada 30 ribu lebih warga Palestina yang tewas di Gaza dan sebagian besar perempuan serta anak-anak. Sementara 71.700 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Kejamnya, Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Gaza.
Hal ini mengakibatkan 85% penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Kekejaman Israel diperparah dengan aksi penembakan saat warga Palestina mengantri makanan. Aksi ini pun menuai kecaman dari dunia internasional. Semoga aja PBB bisa menindaktegas Israel agar nggak ada lagi korban jiwa.
Solidaritas kita untuk warga Gaza!


