Paus Leo XIV Minta Serangan Militer ke Iran Dihentikan

Published:

Paus Leo XIV menyampaikan kekhawatirannya atas konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pesan itu ia sampaikan saat memimpin Doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada 1 Maret lalu. Paus meminta agar eskalasi konflik di kawasan tersebut segera dihentikan. Seruan itu muncul setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang langsung memicu aksi balasan dari Iran.

Di hadapan ribuan umat, Paus mengingatkan dunia bisa berada di ambang tragedi besar jika kekerasan terus berlanjut. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat konflik militer untuk menghentikan serangan sebelum situasi makin tak terkendali. Menurutnya, stabilitas dan perdamaian tak akan pernah tercipta selama ancaman dan kekuatan senjata masih digunakan. Paus menekankan pentingnya dialog yang rasional, tulus, dan bertanggung jawab demi mencegah kehancuran yang lebih luas.

Selain konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Paus juga menyinggung ketegangan Afghanistan dan Pakistan. Ia menegaskan diplomasi harus kembali diutamakan demi kepentingan rakyat dan terciptanya perdamaian.

Konflik AS-Israel dan Iran dipicu kekhawatiran Israel terhadap program nuklir Iran yang dianggap mengancam keselamatan. Sebaliknya, Iran melihat Israel dan dukungan AS sebagai ancaman terhadap keamanan dan kedaulatannya. Israel juga menuduh Iran mendukung kelompok anti-Israel di kawasan.

Serangan terbaru makin menggemparkan setelah ulama kharismatik Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Respons warga Iran pun terbelah atas serangan tersebut. Sebagian warga pro-rezim berkabung dan menggelar aksi duka di Teheran dan Mashhad. Mereka menunjukkan kesedihan mendalam atas wafatnya Ali Khamenei. Namun sebagian kelompok oposisi justru merayakan kematian tersebut. Mereka menyalakan kembang api dan melakukan konvoi kendaraan di sejumlah wilayah. Bagi mereka, momen itu dianggap peluang perubahan politik di Iran.

Konflik tiga negara ini berdampak serius. Sekitar 201 orang dilaporkan tewas dan 747 orang terluka di Iran pada hari pertama serangan. Situasi penerbangan internasional pun terganggu. Beberapa negara menutup wilayah udara mereka karena alasan keamanan. Banyak penerbangan dibatalkan atau ditunda. Ribuan penumpang, termasuk jemaah umrah, tertahan di berbagai bandara transit.

Sementara itu konflik Afghanistan dan Pakistan dipicu masalah perbatasan Garis Durand yang diperdebatkan sejak abad ke-19. Pakistan juga menuduh pemerintahan Taliban di Afghanistan membiarkan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) beroperasi dari wilayahnya. TTP merupakan kelompok militan Pakistan yang sering menyerang aparat keamanan dan pihak pro-pemerintah. Kelompok ini menjadi salah satu sumber utama ketegangan kedua negara.

Selain itu sejak 2023 hingga 2025, Pakistan mendeportasi ratusan ribu warga Afghanistan yang dianggap tak memiliki dokumen resmi. Langkah itu memicu ketegangan politik dan kemarahan di Kabul. Dampaknya, puluhan tentara Pakistan dan belasan warga sipil Afghanistan dilaporkan tewas dalam bentrokan. Warga di daerah perbatasan pun terpaksa mengungsi karena takut serangan. Perdagangan dan jalur logistik terganggu sehingga memengaruhi harga barang dan ekonomi kedua negara.

Pernyataan Paus Leo XIV patut diapresiasi. Pidatonya dalam Doa Angelus menjadi suara moral penting di tengah dunia yang sedang panas. Saat serangan dan balasan terjadi, Paus menegaskan satu hal: hentikan kekerasan sebelum semuanya lepas kendali. Ia tidak membela satu negara, melainkan membela prinsip kemanusiaan.

Paus mengingatkan bahwa stabilitas tak pernah lahir dari ancaman dan senjata. Setiap serangan hanya akan melahirkan serangan berikutnya. Jika pola ini terus dibiarkan, korban bukan hanya tentara, tetapi juga warga sipil dan masa depan kawasan. Seruannya untuk kembali pada dialog adalah ajakan memutus rantai balas dendam yang berulang.

Dunia membutuhkan keberanian untuk mengatakan cukup saat kekuatan sedang dipertontonkan. Perdamaian bukan tanda kelemahan dan diplomasi bukan bentuk menyerah. Justru di situlah letak keberanian sejati: memilih berbicara ketika senjata sedang diangkat.

Stop war, spread love!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img