Jakarta, PIS – Kasus penipuan berkedok jasa travel umrah terjadi lagi, Bestie PIS. Terbaru, perempuan berinisial CVG ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Kota Bogor.
CVG diduga menipu dan menggelapkan dana umrah. Sejauh ini ada 106 orang yang jadi korban dengan total kerugian Rp1,8 miliar. Kepolisian juga sudah membuka posko pengaduan bagi korban yang sudah dirugikan pelaku.
Dalam kasus penipuan travel umrah, korban biasanya terbujuk biaya umrah yang lebih murah. Dalam kasus di Bogor, pelaku menawarkan harga umrah mulai 5 juta sampai 12 juta rupiah.
Padahal, harga sewajarnya itu mulai 20 juta rupiah. Pelaku memang memberangkatkan umrah beberapa orang dengan biaya nasabah lain. Dia menggunakan jasa umrah dari travel lain yang harganya normal.
Modusnya dengan memakai sistem gali lobang tutup lobang. Beberapa orang yang memang diberangkatkan itu digunakan sebagai pemberi testimoni. Karena testimoni itu, banyak orang yang percaya dan tertarik membayar.
Tapi kemudian, jumlah orang yang menunggu giliran semakin banyak. Kasus penipuan ini sebenarnya bukan terjadi pertama kali, Kawan PIS. Tapi, masih banyak saja orang yang tertipu dengan modus sama itu.
Sebelumnya, kasus Abu Tours yang terbongkar pada Maret 2018 dan bikin heboh. Jumlah korbannya 86.720 jemaah di 15 provinsi dengan nilai kerugiannya sebesar Rp 1,8 triliun. Kemudian kasus First Travel yang terbongkar pada Mei 2018.
Jumlah korban 63.000 jamaah, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 905,33 miliar. Besarnya animo masyarakat yang ingin pergi umroh dimanfaatkan para penipu. Pemerintah sudah memberikan peringatan untuk lebih berhati-hati memilih travel umroh.
Misalnya, memastikan Penyelenggara Perjalanan Ibadah umroh terdaftar dan berizin. Calon jemaah umrah juga harus curiga dengan harga yang jauh lebih murah dari harga normal. YUK, LEBIH CERMAT DAN KRITIS AGAR NGGAK MUDAH KETIPU!


