Film Jumbo keren abiez! Dalam 63 hari penayangannya, jumlah penontonnya sudah mencapai 10 juta lebih! Dengan asumsi harga tiket Rp 40 ribu, penghasilan kotor film Jumbo mencapai Rp. 400 Milyar! Karena sampai saat ini Film Jumbo masih tayang, hampir pasti jumlah penonton dan penghasilan film Jumbo akan makin bertambah. Ini mengalahkan jumlah penonton dan penghasilan film KKN di Desa Penari. KKN sendiri memperoleh jumlah penonton yang sama, setelah film itu tayang selama 90 hari.
Prestasi ini diumumkan akun instagram film Jumbo @jumbofilm_id pada 2 Juni. “Terimakasih untuk cinta sejumbo-jumbonya. Cinta yang membuat film ini hidup, tumbuh, dan kini jadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia,” tulisnya. “Semoga kisah ini terus bergema, menyentuh, dan menginspirasi selamanya di hati teman-teman,” lanjutnya. Jumbo adalah film animasi Indonesia yang dirilis pada 31 Mei 2025 dan disutradarai Ryan Adriandhy.
Jumbo menceritakan tentang Don, anak laki-laki berumur 10 tahun yang sering diremehkan karena berbadan besar. Don punya buku dongeng peninggalan orang tuanya yang telah tiada dan buku ini jadi sumber inspirasinya. Waktu tau buku itu dicuri temannya, Atta, Don putus asa. Tapi, pertemuannya dengan peri kecil membawa Don ke dalam petualangan penuh keajaiban. Bersama dua sahabatnya, Nurman dan Mae, Don belajar tentang arti persahabatan sejati, keberanian, dan kepercayaan diri.
Film ini sendiri akhirnya menjadi perhatian karena ternyata proses pembuatannya memakan waktu hampir 5 tahun! Film ini sama sekali nggak pake campur tangan Artificial Intelligence alias AI. Melibatkan 420 kreator lokal, termasuk animator, technical engineer, musisi, dan visual artist. Sang sutradara bilang film ini dibuat tanpa bantuan AI karena mereka percaya hanya manusia yang dapat menciptakan karya yang benar-benar manusiawi.
Film Jumbo membuktikan, untuk menjadi film laris gak mesti menjadi film horor. Ada beberapa alasan, kenapa film bisa lebih laris dari film horor. Pertama, Film Jumbo dapat ditonton semua usia, dari anak-anak hingga orang dewasa makanya potensi jumlah penontonnya lebih besar. Kedua, ceritanya menginspirasi dan relatable yaitu mengangkat kisah tentang keluarga dan perjuangan menggapai mimpi. Ketiga, Jumbo menawarkan kualitas animasi dan storytelling yang mampu bersaing dengan film-film internasional. Terakhir, perilisan film yang bertepatan dengan Idul Fitri bikin banyak keluarga mencari momen bersama untuk mengisi waktu luang.
Per Juni 2025, Jumbo rencananya akan tayang di 17 negara dunia. Ada Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan beberapa negara Asia Tengah. Film ini juga akan tayang di beberapa negara Eropa seperti: Rusia, Ukraina dan beberapa negara Baltik. Kesuksesan Jumbo tidak hanya berdampak pada industri film Indonesia. Tapi juga membuka peluang bagi industri animasi lokal untuk berkembang dan dikenal di kancah internasional. Film Jumbo berpotensi menjadi duta budaya Indonesia yang memperkenalkan nilai-nilai lokal ke dunia. Semoga kesuksesan film Jumbo menginspirasi animator Indonesia untuk semakin produktif berkarya. Maju terus film animasi Indonesia!


