Kalau kita tahu ada tetangga atau kerabat yang terjerat hutang, tolong bantu sebisa kita. Jangan dibiarin begitu aja karena dampaknya bisa fatal. Ini yang terjadi misalnya pada salah satu keluarga di Malang, Jawa Timur.
Satu keluarga diduga melakukan bunuh diri gara-gara terjerat hutang pada 12 Desember lalu. Satu keluarga itu terdiri dari ayah yang berumur 44 tahun dan berprofesi sebagai guru SD. Istri sekaligus ibu rumah rumah tangga berumur 40 tahun. Satu putri berumur 12 tahun yang masih duduk di bangku SMP kelas 7. Untung, kembarannya selamat bunuh diri itu.
Jadi, menurut anggota keluarga yang selamat, sang ayah sempat membangunkannya dan kembarannya pada jam 3 pagi untuk berpindah tidur ke kamar orangtua. Tapi dia tetap melanjutkan tidurnya tanpa curiga. Pagi harinya, dia mengetuk kamar kedua orangtuanya, tapi nggak mendapat respons dan justru mendengar teriakan. Karena khawatir, dia keluar dari rumah untuk minta pertolongan tetangga. Saat tetangganya datang, ditemukanlah tiga anggota keluarga itu terkujur lemas. Si ibu dan putrinya terbaring tewas di atas kasur dengan mulut yang berbusa dan keluarin bau yang menyengat. Sedangkan si ayah ditemukan terluka cukup dalam akibat luka sayatan di pergelangan tangannya.
Si ayah sempat dibawa ke rumah sakit, tapi dia meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit. Saat polisi datang ke TKP, ditemukan wasiat yang diduga ditulis si ayah kepada anaknya di kaca rias kamar tempat kejadian.
“Kakak jaga diri. Papa, mama, adik pergi dulu. Nurut uti, kung, tante dan om. Belajar yang baik,” isi wasiat itu.
Polisi juga temuin pisau, gelas, dan obat nyamuk yang diduga digunakan untuk melakukan aksi bunuh diri itu. Saat ini kabarnya si kakak sudah mendapatkan pendampingan dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan psikolog. Untuk menjalani perawatan pasca mengalami kejadian traumatis ini.
Apa yang dialami satu keluarga di Malang ini jadi pelajaran yang penting. Satu sisi, sebagai orangtua, agar lebih bijak dalam mengatur keuangan keluarga. Juga nggak perlu sungkan untuk minta bantuan kepada kerabat dan lingkungan sekitar. Di sisi lain, sebagai bagian dari masyarakat, kita jangan menutup mata bila ada tetangga yang sedang terjerat hutang. Bantu sebisa yang kita mampu. Jangan sampai tetangga yang nggak beruntung itu mencari ‘jalan keluar’ yang nggak menyelesaikan masalah. Yuk, jadi warga yang peduli dan rela berbagi!


