Sedihnya Nasib Masyarakat Adat Nuaulu yang Terpaksa Belajar Agama Lain

Published:

Miris banget nasib Masyarakat Adat Nuaulu di kawasan Pedalaman Pulau Seram, Maluku. Anak-anak Suku Nuaulu terpaksa belajar agama lain. Padahal Suku Nuaulu Maluku diketahui masih menganut kepercayaan nenek moyang. Hal ini disampaikan Patty Hahatua dalam sebuah forum diskusi 22 Oktober lalu. Patty bilang anak-anak suku Hahatua yang bersekolah selalu bergonta-ganti dalam belajar agama di sekolahnya.

“Sekolah SD belajar agama apa, naik SMP beda lagi. Dampaknya nilai anak-anak Naulu selalu kecil ketika harus mempelajari agama yang tidak kami yakini”, ujarnya. Makanya Patty berharap negara menyediakan guru bagi penghayat kepercayaan. Agar nantinya anak-anak Nuaulu bisa belajar sesuai kepercayaan yang dianutnya. Suku Nuaulu sendiri diketahui menganut kepercayaan leluhur yang disebut agama Naurus. Tuhan mereka disebut Upuku Aanahatana.

Upuku Anahatana sendiri adalah Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan alam semesta. Namun sayangnya kepercayaan lokal ini masih belum diakui negara. Menurut Wikipedia, masyarakat setempat seringkali mencantumkan agama lain yang diakui negara. Hal ini dilakukan untuk mengurus administrasi agar berjalan lancar, seperti pengurusan KTP dan pendidikan. Pun ketika anak-anak bersekolah, mereka masih harus memilih salah satu agama sesuai agama mayoritas di sekolah. Tujuannya, untuk memenuhi tuntutan sistem kurikulum pendidikan yang berlaku.

Sedih banget ya. Anak-anak juga punya hak untuk belajar sesuai kepercayaan mereka. Semoga aja Kementerian Agama dan pihak terkait bisa menemukan solusi dari permasalahan ini. Jangan biarkan keyakinan seseorang terkunci oleh aturan.

Setiap orang berhak atas kebebasan memeluk kepercayaannya sendiri!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img