SEMOGA PERAYAAN NATAL DAN HAK BERIBADAH UMAT KRISTEN TAK LAGI DIGANGGU

Published:

Kami, Pergerakan Indonesia untuk Semua atau PIS, mengucapkan selamat natal kepada semua umat Kristen di Indonesia. Semoga peringatan hari suci kelahiran Yesus yang Agung ini akan membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keindahan bagi semua penduduk di negara ini. Tahun ini, perayaan Natal memang dilangsungkan bersamaan dengan sebuah bencana luar biasa di Sumatra. Kami doakan agar cobaan ini dapat segara teratasi. Mereka yang tewas segera menempati surga, dan Tuhan segera memberikan kehidupan yang lebih lapang dan bahagia bagi mereka yang ditinggalkan.

Namun kami percaya, bencana ini tak mengurangi kekhidmatan perayaan Natal. Kristen adalah agama yang diturunkan Tuhan untuk membawa kebahagiaan di dunia.

Karena itu saya sebagai seorang pemeluk Islam merasa kami, umat Islam, harus meminta maaf kepada umat Kristen yang mungkin sudah mengalami kesulitan menjalankan keyakinan dan ibadahnya di Indonesia selama ini. Bagaimanapun, di Indonesia, harus diakui ada cukup banyak pemeluk Islam yang memandang rendah umat Kristen. Mereka terus mempersulit hidup umat Kristen semata-mata karena ketidaksukaan mereka pada Kristen.

Percayalah, kaum tersebut sebenarnya adalah kaum minoritas di kalangan umat Islam. Namun mereka bersuara keras, lantang dan sangat biasa mengganggu kalangan yang tidak sejalan dengan mereka.

Kelompok Islam semacam ini bisa samakan dengan kaum jahiliyah di masa lalu. Kaum jahiliyah adalah kaum yang sombong, arogan, bengis, dan biadab. Mereka merasa adalah kaum tunggal yang menguasai kebenaran. Mereka tidak mau menerima adanya kebenaran lain. Kaum Jahiliyah merasa mereka berhak melarang orang lain beribadah dengan cara berbeda dari yang mereka yakini. Mereka misalnya bahkan mengharamkan pengucapan Selamat Natal oleh umat Islam. Itu mereka ulang-ulang terus setiap tahun. Mereka menyatakan pengharaman itu adalah ajaran Islam. Padahal, tak ada ayat Al Quran atau ucapan Nabi yang mengatakan, haram bagi umat Islam mengucapkan selamat Natal? Larangan itu adalah hasil fantasi mereka sendiri. Dan kemudian percaya khayalan itu adalah sebuah peringatan Tuhan yang harus dijalankan. Karena itu juga mereka tidak terima kalau ada perayaan Natal. Mereka marah ketika ada toko-toko atau tempat perbelanjaan yang menghadirkan suasana Natal. Mereka marah ketika melihat ada pegawai-pegawai toko yang menggunakan pakaian yang mencerminkan perayaan Natal.

Jadi bisa dipahami kalau mereka juga tidak terima kalau di Indonesia, pembangunan gereja dibiarkan berlangsung dengan leluasa. Mereka terus mendesak pemerintah untuk mempersulit pembangunan gereja. Mereka sudah berhasil menekan pemerintah di masa lalu untuk mengeluarkan regulasi yang mempersulit pembangunan gereja. Dan kalaupun regulasi itu tidak cukup kuat menghalangi pembangunan gereja, mereka masih akan memobilisasi massa untuk mencegah geraja yang dibangun dengan izin yang resmi dan sah. Terakhir, bahkan mereka sekarang menetapkan 25 Desember sebagai Hari Mualaf sedunia. Ini jelas adalah upaya menghina umat Kristen, upaya untuk membangkitkan kemarahan umat Kristen.

Namun seperti saya katakan di awal, kami yakin segenap cobaan ini tidak akan mengurangi nilai sakral perayaan Natal. Kami doakan, di tahun-tahun ke depan, kaum pembenci Kristen yang tadi saya sebut akan semakin menipis, walau mungkin tidak akan pernah menghilang. Kita bangun terus persaudaraan seluruh umat beragama di negara ini. Selamat Natal! Semoga kebahagiaan akan terus menyelimuti kita.

KATEGORI: KEBERAGAMAN

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img