Kubu pasangan Capres-Cawapres Ganjar Pranowo – Mahfud MD rupanya belum menerima kekalahan. Walaupun sejumlah lembaga survei kredibel telah merilis hasil hitung cepatnya, dan menempatkan pasangan Prabowo – Gibran sebagai pemenang. Mereka pun kemudian menuduh Pilpres 2024 penuh dengan kecurangan. Ini misalnya dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odong (OSO) salah satu partai pengusung Ganjar – Mahfud. Menurutnya hasil-hasil yang ditampilkan sejumlah lembaga survei terdapat banyak kejanggalan. Tanpa menyebut dengan jelas, apa kejanggalannya.
Tuduhan kecurangan juga disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Katanya, dia mendapat laporan kecurangan di beberapa daerah. Di antaranya di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Madura. Katanya, ada intimidasi yang dilakukan pihak lawan yaitu paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran. Hasto kemudian membandingkan dengannya pemilihan di luar negeri. Karena tidak ada intimidasi, tidak adanya bansos, tidak ada keterlibatan institusi negara, hasil exit poll di luar negeri membuat pasangan Ganjar – Mahfud memperoleh suara yang tinggi. Hal ini katanya membuktikan bahwa warga Indonesia di sana bisa menyampaikan pilihannya secara jernih.
Pak OSO dan Pak Hasto ini kayaknya lagi ngarang bebas aja tentang kecurangan Pilpres. Karena mereka menyampaikan kecurangan tanpa menunjukkan bukti-buktinya. Kalau emang ada kecurangan dan ada buktinya kan tinggal adukan saja ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Jangan sekedar koar-koar ke media massa.
Yuk berpolitik dengan sejuk, jangan doyan bikin keruh!


