Kelakuan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Selatan ini jangan ditiru ya. Namanya Muhammadun. Dia ngerokok di tengah Rapat Koordinasi Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan SMK Tahap II di salah satu hotel di Banjarmasin. Salah satu guru yang ikut dalam rapat itu, Amalia Wahyuni, negur dia karena terganggu dengan asap rokok.
Respons Kadisdik itu bikin geleng-geleng kepala. Bukannya sadar, dari atas mimbar dia malah nyeletuk, “Kalau nggak tahan asap rokok, kau yang keluar.” Padahal, dari cerita Amalia, dia negurnya dengan sopan. Bahkan, Amalia sempat minta maaf duluan. Karena tersinggung, Amalia langsung ambil tas dan keluar dari ruang rapat. Amalia lalu membuat video pernyataan yang diposting di sosial media dan viral terkait kejadian itu.
Belakangan, Amalia diminta hapus videonya itu, tapi dia tegas menolak. Menurut Amalia, kalau dia hapus, dia khawatir terlihat plin-plan dan nggak punya pendirian. Kadisdik itu akhirnya angkat bicara. Dia minta maaf soal merokok saat rapat. Tapi, katanya, Amalia terlalu lebay karena jarak mereka 6-7 meter. Muhammadun juga bilang dia udah matiin rokoknya dan nggak ngusir Amalia dari ruang rapat.
Soal Amalia yang diistirahatkan dari mengajar, dia bilang dia nggak ikut campur. Amalia itu guru swasta, katanya. Jadi, bukan Kadisdik yang berhak memberhentikannya.
Hmm, miris banget sih denger cerita kayak gini. Emang nggak bisa tunda ngerokok ya? Merokok di antara orang yang nggak merokok itu egois dan arogan namanya. Hanya karena perokok itu punya jabatan lebih, itu berarti dia bisa berbuat semaunya. Apalagi itu di ruangan ber-AC. Teguran Amalia dengan sopan itu jelas bukan cuma menguntungkan buat dirinya. Tapi, juga buat peserta rapat lainnya yang berada di ruangan itu.
Yuk, berani pasang badan demi kebaikan bersama!


