Ustad Basalamah Haramkan Muslim Kunjungi Kematian Non Muslim

Published:

Ustadz Khalid Basalamah ini bikin Islam jadi agama yang intoleran banget. Masa menurut dia mengunjungi kematian orang non muslim aja diharamkan? Pengharaman Khalid menyebar dalam potongan video audio ceramahnya yang disebar akun Tiktok @sindiran.keras89. Video itu saat ini sudah ditonton lebih dari 233 ribu orang dengan 3 ribu lebih like dan 960 komen. “Apakah kita boleh datang ke tempat duka non muslim? Tidak boleh, mutlak!” ucap Khalid tegas. Katanya, semua yang berhubungan dengan ibadah non muslim tidak boleh dihadiri. “Tidak boleh ngucapin selamat natal, tidak boleh kalau dia mengalami kematian, itu ritual,” tegasnya lagi.

Kalau sekedar menjenguk saat sakit, membantu non muslim yang kesusahan, atau bertetangga dengan dengan non muslim, kata Khalid boleh. Diperbolehkan juga berbisnis dengan non muslim. Silaturahmi dengan keluarga non muslim yang belum masuk Islam, boleh. Berbakti dengan orang tua non-muslim itu juga masih boleh. “Pokoknya, tidak boleh pada hal-hal yang berbau ibadahnya,” seru Khalid. Termasuk ibadah adalah saat non muslim syukuran, merayakan hari Natal dan saat non muslim menghadapi kematian. “Tunjukan prinsip, memang agama saya melarang,” ucapnya.

Ceramah itupun mendapat banyak komentar menyindir dari netizen lain. “Minta THR sama non muslim boleh gak??” tulis akun Well’ss. “Kalo mengganggu ibadah org lain?” tulis akun Cuimie.87. “Terus dimanakah rahmatan lil alaminnya???” tulis akun Choleed Murta. Video ceramah itu diposting 2 hari lalu. Tampaknya video itu sengaja di posting terkait dengan meninggalnya pemimpin umat Katolik Dunia Paus Fransiskus. Dalam pemakaman Puas, memang terlihat banyak orang Islam ikut menghadiri pemakaman itu. Termasuk mantan Presiden Joko Widodo yang memang beragama Islam. Pengirim video mungkin tidak mau praktik itu akan ditiru oleh umat Islam lainnya di Indonesia. Karena itulah, dia memposting video ceramah Ustad Khalid, yang melarang mengunjungi kematian non muslim.

Larangan itu sangat berlebihan, bahkan menyesatkan. Khalid bahkan tidak menyebut adanya rujukan ayat Allah yang mengharamkan muslim mengunjungi pemakaman non-muslim. Banyak ulama di Indonesia memperbolehkannya. Hadir di pemakaman non muslim adalah contoh nyata penghargaan terhadap seluruh umat manusia. Sikap ini misalnya terlihat di dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Menurut NU mengunjungi bahkan ikut memandikan dan ikut mengiringi penguburan seorang non muslim diperbolehkan. Pendapat mereka mengacu pada ulama mazhab Syafi’i bernama Muhyiddin Syaraf An-Nawawi. Muhyiddin menerangkan orang muslim boleh memandikan jenazah orang non-muslim, mengubur, dan mengiringi jenazahnya.

Sementara pendapat Muhammadiyah tertuang dalam Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah. Dalam fatwa itu dikatakan tidak ada larangan umat muslim melayat jenazah non-muslim. Tapi memang kedua organisasi itu melarang menyolatkan jenazah non muslim. Alasannya, karena aktivitas itu masuk dalam kategori ibadah. Lagipula jenazah non-muslim kan memang pasti tidak disholatkan. Kedua pendapat organisasi ini lebih masuk akal. Masa hanya sekedar mengunjungi saja tidak boleh. Tidak ada yang secara esensial dilanggar di sana. Itu justru menunjukkan kebesaran sikap orang beragama.

Yuk beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img