Warga Pamekasan Tutup Paksa dan Rusak Tempat Karaoke

Published:

Kenapa ya aksi main hakim sendiri masih sering terjadi di negeri kita? Itu kan ciri-ciri bangsa yang biadab. Jadi, baru-baru ini ratusan massa merusak dan menutup paksa tempat karaoke di Pamekasan, Madura. Massa bawa senjata tajam berupa celurit dan benda tumpul lainnya. Tempat karaoke itu dirusak dan ditutup paksa lantaran diduga jadi tempat prostitusi dan minuman keras. 

Sebenarnya tempat itu sudah disegel pihak yang berwajib. Tapi massa tetap maksa masuk dan menjebol pagar. Amarah massa makin nggak terbendung ketika melihat ada ratusan botol minuman keras di lokasi itu. Koordinator massa, Abdul Aziz, bilang massa sangat marah dan kecewa. Itu karena pendekatan ke tempat karaoke itu udah diupayakan mulai dari peringatan, audiensi, sampai unjuk rasa. Tapi, katanya, upaya itu nggak membuahkan hasil dan nggak digubris Satpol PP. Pihak Satpol PP Pamekasan bilang sebenarnya tempat karaoke itu sudah ditutup dan disegel. Tapi, menurut warga tempat karaoke itu masih beroperasi. Itulah yang memicu aksi penutupan paksa dan perusakan.

Aksi main hakim sendiri emang sudah jadi bagian dari kehidupan masyarakat kita yang sudah lama.  Ironisnya lagi, aksi main hakim sendiri sering didasarkan pada penafsiran ajaran keagamaan. Maret lalu, penutupan paksa tempat karaoke terjadi di Sumatera Barat. Dua perempuan pemandu karaoke dilecehkan dan diintimidasi puluhan warga. Mereka lalu diarak, ditelanjangi, dan dicerburkan ke laut. Main hakim sendiri jelas melanggar hukum negara dan hukum agama. Apalagi aksi main hakim sendiri selalu melibatkan kekerasan. Pemerintah harus turun tangan dan menindak tegas semua pelakunya. Yuk, hormati hukum dan jangan main hakim sendiri!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img