Ada peringatan keras nihh buat para Aparatur Sipil Negara (ASN). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas melarang ASN untuk pamer kemewahan. Larangan ini sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Jokowi buntut gaya hidup mewah sejumlah ASN. Apalagi ternyata harta yang dipamerin nggak sesuai profil gaji dari pejabat yang bersangkutan.
Kita mungkin masih ingat pamer kemewahan yang dilakukan Mario Dandy Satrio, anak Rafael Alun Trisambodo seorang pejabat kantor pajak Jakarta Selatan. Kemudian, ada juga Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dan beberapa lainnya. Azwar Anas bilang aksi pamer harta yang dilakuin ASN mencederai suasana batin masyarakat. Azwar Anas juga mengingatkan ada peraturan yang melarang ASN bergaya hidup mewah. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Gerakan Hidup Sederhana.
Merujuk pada SE tersebut ada 4 poin penting yang harus ditaati para ASN. Pertama, membatasi jumlah undangan resepsi acara seperti pernikahan maksimal 400 orang. Kedua, nggak memperlihatkan gaya hidup mewah demi mewujudkan rasa empati masyarakat. Ketiga, nggak boleh ngasih karangan bunga ke atasan atau sesama pejabat pemerintahan. Keempat, membatasi publikasi advertorial yang ngabisin biaya tinggi.
Kalo sampe perintah itu dilanggar, para ASN bakal dikenai sanksi moral sampe hukuman disiplin dan tindakan administratif. Puncaknya, kalo sampe aksi pamer dan itu ngerugiin masyarakat, ASN itu bakal dicopot dari jabatannya. Yuk, para ASN kalian digaji dari uang rakyat, seriuslah bekerja. Utamakan pelayanan, tinggalkan hidup mewah!


