Cindy Florencine | 15 Tahun Lalu Massa FPI Serang Massa yang Peringati Kelahiran Pancasila di Monas

Published:

Jakarta, PIS – Hari ini, 15 tahun yang lalu, peringatan hari kelahiran Pancasila di Monas dinodai aksi biadab. Massa Front Pembela Islam (FPI) menyerbu dan memukuli massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Jadi, pada 1 Juni 2008 lalu, massa AKKBB sedang bersiap melakukan aksi Apel Akbar Peringatan 63 Tahun Pancasila. AKKBB adalah aliansi para aktivis keberagaman dari berbagai kelompok.

Dalam aksi damai itu, massa AKKBB akan melakukan long march dari belakang Stasiun Gambir menuju Bundaran Hotel Indonesia. Saat sedang menunggu, massa AKKBB didatangi sekitar 200 orang massa FPI.

Massa FPI turun dari truk sambil membawa pentungan bambu. Massa AKKBB kemudian diserbu, dipukuli, ditinju, ditendangi, diinjak-injak, sambil dimaki-maki. Karena serangan yang begitu brutal, massa AKKBB bubar menyelamatkan diri.

Munarman yang jadi panglima massa FPI tertangkap kamera sedang mencekik seorang dari massa AKKBB. Sedikitnya 73 orang massa AKKBB jadi korban kebiadaban massa FPI.  Di antara korban yang terluka paling parah adalah KH Maman Imanulhaq dan Muhammad Guntur Romli.

Penyerangan biadab pada masa Pemerintahan SBY itu memicu kecaman nasional. “Polri harus bertindak. Tangkap semuanya bawa ke pengadilan. Masa yang lain ditangkap, yang begitu dibiarkan,” kata almarhum Gus Dur marah.

Rizieq Shihab dan beberapa aktivis FPI diproses ke pengadilan, termasuk Munarman yang sebelumnya buron. Setelah proses persidangan yang panjang dan diwarnai tindakan kekerasan, Munarman dan Rizieq divonis 1 tahun 6 bulan pada 20 Oktober 2008.

FPI memang sudah dibubarkan dan pucuk pimpinannya sudah ditangkap terkait beberapa kasus. Tapi potensi mereka melakukan tindakan kekerasan tidak sepenuhnya hilang. Pelaku pengeroyokan Ade Armando pada tahun lalu di antaranya diduga simpatisan FPI.  Indonesia jangan kalah dari kelompok radikal!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img