Nggak manusiawi banget deh kepala sekolah berinisial SE ini. Masa dia merundung muridnya sendiri dengan maksa mereka menjilat tembok sampe nelan kertas? Kejadian ini terjadi di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kecamatan Kualin, Timor Tengah Selatan, NTT pada Senin, 18 September lalu. Saat itu, setelah jam pulang sekolah, ada tiga murid yang tetap di kelas, mereka adalah AB, SB dan JT. Ketiga anak itu kemudian bermain sumpit-sumpitan pake sedotan bekas es cendol di dalam kelas. Teman-teman lain yang melihat mereka bermain sumpit-sumpitan mengadu kepada SE. SE pun kemudian memanggil ketiga anak itu.
Setelah itu SE menyuruh mereka berdiri di depan sekolah dan mempraktekan cara bermain sumpit-sumpitan. Entah kenapa mereka kemudian dipaksa untuk menjilat tembok, kaca dan pintu sekolah. Ketiganya juga dipaksa menelan kertas. Ancamannya, kalau mereka gak menelan kertas itu, mereka nggak boleh pulang sekolah. Nggak sampai situ aja, SE juga melakukan kekerasan dengan memukul JT sebanyak tiga kali pake kayu di lengan belakangnya. Belum puas sampai situ, SE memukul JT berulang kali dengan tangan kosong di sekujur tubuh dan satu kali pukulan pada kedua temannya. Ketiganya pun mengalami memar-memar di bagian tubuhnya akibat pemukulan itu.
Tak terima dengan penganiayaan yang dialami anaknya, orang tua JT melaporkan si Kepsek pada Polsek Kualin. Saat ini, Polsek Kualin lagi meriksa beberapa saksi dan berencana manggil SE buat dimintai keterangan. Nggak habis pikir ya, seseorang yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa, malah berlaku sebaliknya. Lagi pula, ketiga anak ini kan main pas jam pulang sekolah dan nggak ngerusak fasilitas sekolah. Semoga ada tindakan tegas nih buat pelaku, agar tidak ada lagi Kepsek maupun guru lain yang melakukan tindakan itu.
Yuk ciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi anak!


