Aksi intoleransi masih aja terjadi di negara kita. Terbaru, Festival Kuliner Pecinan Nusantara Non-Halal di Solo, Jawa Tengah, dihentikan paksa. Kelompok penekannya adalah ormas Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS). DSKS menyampaikan keberatan secara tertulis ke Pemkot dan Polres Surakarta.
Menurut, Humas DSKS, Endro Sudarsono, festival kuliner itu bikin keresahan di masyarakat karena dianggap terlalu vulgar. Dia lalu bandingin festival kuliner non-halal serupa yang digelar di Sukoharjo. Meski sama-sama menyajikan kuliner non-halal, tapi festival itu nggak terlalu terbuka mempublikasikan kegiatannya. Dia juga bilang makanan haram dapat menghalangi orang masuk surga.
Dia pun minta pemkot serta polres lebih jeli lagi keluarin izin kegiatan seperti itu. Salah satu peserta festival itu mengaku mengalami rugi banyak karena pembatalan festival itu. Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, merespons penolakan itu. Festival itu dibuka lagi pada 4 Juli, tapi sekitar area acara ditutup dengan kain hitam.
Apa yang terjadi di Solo ini menunjukkan kelompok-kelompok intoleran masih punya kekuatan untuk menekan negara dan kaum minoritas. Ini harus dihentikan dan nggak boleh dibiarkan terulang lagi. Negara harus berani pasang badan menegakkan HAM dan konstitusi.
Yuk, lawan intoleransi beragama!



