Ada momen gokil di Sidang Tahunan MPR kemarin. Bukan karena pidatonya… tapi karena para anggota DPR joget-joget. Lucunya, ekspresi Gibran justru dingin aja liat itu semua. Tatapan datar, kayak mewakili isi hati rakyat: “serius nih?”
Karena faktanya, gaji dan tunjangan DPR tuh gede banget. Rata-rata, total pemasukan anggota DPR bisa tembus Rp100 juta lebih per bulan. Itu belum termasuk fasilitas lain kayak rumah dinas, mobil dinas, tiket pesawat gratis, sampai staf ahli.
Bandingin aja, UMR Jakarta tahun ini sekitar Rp5,3 juta. Jauh banget kan? Artinya, satu bulan gaji DPR = hampir 20 kali lipat UMR. Tapi kerja mereka seharusnya bukan buat gaya-gayaan, tapi buat rakyat yang bayar pajak.
Yang bikin rakyat makin geregetan, meskipun udah gaji setinggi itu… Kasus korupsi DPR tetep aja nggak ada habisnya. Mulai dari proyek infrastruktur, bansos, sampe kasus-kasus besar yang merugikan negara triliunan. Padahal logikanya, kalau udah dikasih gaji segitu, harusnya bisa kerja jujur dong. Tapi realitanya, uang rakyat masih aja jadi bancakan.
Makanya ekspresi Gibran yang dingin itu kayak kritik halus. Dia nggak joget, nggak tepuk tangan, cuma diem datar. Seolah-olah bilang: “Cukup deh. Fokus kerja, bukan hedon.” Dan ekspresi itu langsung viral, lebih heboh daripada jogetnya anggota DPR. Netizen rame-rame bilang: “Gibran mewakili keresahan kita semua.”
Karena emang gaji DPR tuh gede, tapi rakyat biasa masih pusing cari duit harian. Harga sembako naik, biaya sekolah tinggi, tapi wakil rakyat malah berpesta. Ini yang bikin jurang antara rakyat dan elite makin lebar. Dan kalau nggak dikritik, mereka bakal terus ngerasa “aman-aman aja.”
Makanya tatapan dingin itu jadi penting: semacam reminder halus. Bahwa ada rakyat, ada pemerintah, ada media semua lagi ngeliatin. Pertanyaan besarnya: “Apakah DPR beneran kerja buat rakyat, atau cuma buat diri sendiri?” Karena kalau ukuran kerja cuma dihitung dari gaji dan fasilitas… Rakyat pasti kalah jauh.
Ekspresi dingin Gibran justru jadi simbol: elegan, tenang, tapi ngena. Cukup tatapan bisa bikin semua orang mikir. Seolah bilang: “Ingat, rakyat lagi liat kalian.” Dan sekarang semua balik ke DPR: mau terus pesta, atau mulai kerja serius? Karena tiap rupiah yang mereka nikmati, asalnya dari pajak rakyat. Dan rakyat punya hak buat nuntut: kerja nyata, bukan joget doang.
Nah, menurut Bestie PIS gimana? Wajar nggak kalau gaji DPR segede itu tapi kerjanya sering bikin rakyat geleng-geleng? Coba komen di bawah ya!


