Gak habis pikir deh. Masih saja ada orang yang menggunakan hoaks untuk menjatuhkan pihak lawan politiknya. Yang terbaru, hoaks rekaman video Ketua Umum Partai Nasdem yang marah-marah sama pasangan calon presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dalam rekaman itu, Surya Paloh marah kepada Anies karena elektabilitasnya yang rendah dan salah keluarin data saat debat capres.
“Mas Anies, survey-mu itu selalu paling bawah, kita di partai pusing semua, koalisi juga kebingungan, gimana ini?” ucap suara yang mirip dengan suara Surya Paloh.
“Saya sudah berusaha sekuat tenaga, pas di debat juga saya mati-matian buat ngambil perhatian masyarakat” ucap suara mirip Anies.
“Ya tetap aja data mu itu ngawur, bilang angin gak punya KTP segala, saya yang malu, haduh Nies” lanjut suara mirip Surya Paloh.
Dalam rekaman itu, Surya Paloh juga ungkit banyak kesalahan masa lalu saat Anies berkecimpung di dunia politik. Surya Paloh juga menyesal dan merasa dibohongi oleh Cak Imin atas janji-janji yang ternyata hanya omong kosong. Lantas suara mirip Surya membandingkan kualitas cawapresnya dengan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.
“Coba minta mulutnya diam aja, percuma saya angkat wakil kalau nggak ada gunanya, makin keliatan kan kerenan Gibran” ujar suara mirip Surya.
Nah, hati-hati ya guys, ternyata rekaman ini palsu alias hoax! Lewat akun X-nya, Partai NasDem membantah kalau video percakapan itu benar terjadi antara Surya Paloh dengan Anies.
“Sekali lagi, Partai NasDem tegaskan itu tidak benar dan merupakan fitnah yang amat keji,” tulis mereka. Dugaannya sih video rekaman itu dibuat dengan Artificial Intelligence (AI) Generatif seperti “deepfake”.
Deepfake ini bisa mengkloning dengan cepat suara orang, membuat video bahkan narasi yang dibuat-buat. Sayangnya kecanggihan teknologi ini malah disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjatuhkan atau merusak citra seseorang. Kabarnya, Sekjen Partai NasDem, Hermawi Taslim sedang mempertimbangkan video rekaman palsu ini ke jalur hukum. Duh, semakin dekat dengan Pemilu, konten hoaks ternyata semakin masif beredar di media sosial ya. Kita perlu waspada ya terhadap hoaks semacam itu. Jangan sampai kita terpedaya dengan informasi atau video yang gak jelas kebenarannya.
Yukks, stop menyebarkan hoaks!


