Wah, ada kabar yang bikin hati adem nih dari Bogor, Jawa Barat! Sekolah kepolisian membangun rumah ibadah beberapa agama, antara lain Masjid An-Nahdah Suhanda, gereja Protestan, gereja Katolik, vihara, dan pura. Tempatnya di SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Bogor. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo pada Kamis 13 November lalu.
Pembangunan rumah ibadah beberapa agama itu menjadi simbol toleransi dan kebhinekaan di Indonesia. Bayangin, di satu lokasi sekolah yang sama, semua agama punya tempat ibadah sendiri, lengkap dan nyaman. Semua dirancang rapi dan harmonis di satu kawasan. Masjid ini bahkan langsung diresmikan pada hari yang sama. Wakapolri gunting pita dan tandatangani prasasti, jadi pusat spiritual utama sekolah.
Ini bukan sekadar soal bangunan fisik guys, tapi soal penanaman nilai yang jauh lebih dalam. Keputusan membangun lima rumah ibadah ini adalah wujud nyata menanamkan toleransi di lingkungan pendidikan. Karena memang, toleransi tidak sebatas dipelajari tapi harus dipraktikkan sejak dini. SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini adalah sekolah di bawah naungan Polri. Dan langkah ini menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam menjaga keberagaman Indonesia.
Bayangkan siswa-siswi di sana, dari berbagai agama, bisa beribadah dengan nyaman di lingkungan sekolah mereka sendiri. Ada yang ke masjid, ada yang ke gereja, vihara, atau pura. Mereka akan belajar sejak muda bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Malah, perbedaan itu adalah kekayaan yang harus dijaga dan dihormati. Inilah esensi dari Bhinneka Tunggal Ika yang sering kita dengungkan.
Saat memberikan sambutan, Wakapolri menegaskan betapa pentingnya proyek ini. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia yang toleran dan berakhlak mulia. Di tengah dunia yang sering diwarnai konflik berbasis agama dan etnis, langkah ini jadi contoh cemerlang. Siswa-siswi SMA KTB akan tumbuh dengan pemahaman bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. Mereka akan terbiasa melihat teman-teman mereka menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Dan yang paling penting, mereka akan belajar bahwa menghormati agama lain. Sikap toleran justru menunjukkan kedewasaan dan kekuatan iman kita.
Proyek pembangunan ini juga jadi pesan kuat untuk masyarakat luas. Bahwa institusi pemerintah, dalam hal ini Polri, serius dalam menjaga kebhinekaan Indonesia. Ini adalah langkah yang keren dan patut diapresiasi setinggi-tingginya. Karena memang, toleransi itu bukan cuma soal tidak mengganggu orang lain beribadah. Tapi juga aktif memberikan ruang dan fasilitas bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya. Ini adalah cara terbaik mendidik generasi muda tentang arti keberagaman. Dan mereka akan memahami bahwa Indonesia itu indah justru karena keberagamannya.
Kita patut berbangga dengan inisiatif seperti ini. Di tengah banyaknya berita negatif tentang intoleransi di berbagai tempat, langkah ini jadi angin segar. Semoga sekolah-sekolah lain bisa mengikuti jejak SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini ya! Karena pendidikan toleransi memang harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Anak-anak yang tumbuh dengan nilai toleransi diharapkan akan jadi pemimpin masa depan yang bijaksana. Yuk kita dukung setiap inisiatif positif yang memperkuat toleransi di Indonesia. Indonesia bukan milik satu golongan, tapi milik kita semua!


