KPI Tegur “Ipar Adalah Maut The Series”

Published:

Series Ipar adalah Maut ditegur KPI. Teguran itu muncul karena beberapa adegannya dinilai terlalu vulgar dan nggak pantas ditonton remaja. KPI secara resmi ngasih teguran tertulis pada tanggal 20 November lalu. Serial yang tayang di MDTV ini emang lagi naik daun sejak dirilis 3 November lalu. BTW, MDTV sendiri adalah stasiun televisi swasta baru yang fokus nyajiin konten drama dan hiburan.

Dan belakangan makin populer karena banyak rilis serial original yang langsung viral. Series ini tayangnya tiap malam jam 19.30 WIB dan juga bisa ditonton di Netflix selain dari MDTV. Tapi ternyata ada beberapa episode yang bikin KPI ”turun tangan”. Episode tanggal 3, 4, dan 6 November 2025 dinilai nampilin muatan yang mengesankan penggambaran seksualitas.

Padahal, serial ini dikasih label klasifikasi R13+. Yang berarti cocok buat penonton 13 tahun ke atas. Nah, KPI bilang konten yang ditayangkan ini nggak sesuai dengan label klasifikasinya. Pelanggaran ini bahkan sampai melanggar 9 pasal di Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Salah satu adegan yang paling viral dan bikin heboh adalah adegan nyaris ciuman antara Aris dan Rani. Dalam adegan itu, Aris mencondongkan tubuh untuk mencium Rani di tengah tumpukan pakaian basah. Yang bikin makin kontroversial, Rani dalam adegan itu pake jilbab putih. Keduanya kelihatan basah kuyup dan saling menatap intens, menciptakan suasana yang dianggap terlalu vulgar.

Warganet langsung heboh di media sosial, terutama di X (Twitter) dan Instagram. Banyak yang komentar kayak “KPI tidur ya?” atau “Kartun disensor, tapi ini tayang sore?” Ada juga yang nanya “Nilai moralnya di mana?” Para netizen protes kenapa tayangan begini bisa lolos tayang di jam keluarga. Apalagi jam 19.30 WIB itu masih termasuk jam prime time, banyak keluarga yang nonton bareng. Warganet menilai tayangan kayak gini bisa berdampak buruk buat remaja kalau ditayangin tanpa batasan waktu yang jelas.

Menanggapi protes publik, KPI akhirnya ngeluarin pernyataan bahwa aturan dalam P3SPS tegas mengatur hal ini. Mereka bilang penggambaran kayak gini nggak pantas ada dalam tayangan berklasifikasi R13+. KPI juga ngingetin bahwa lembaga penyiaran harus paham rambu-rambu batas yang udah ditetapkan. Soalnya, penonton televisi nggak cuma orang dewasa. Tapi juga anak-anak dan remaja. Menurut KPI, jangan sampai hal ini mendorong remaja untuk mencontoh atau belajar tentang perilaku-perilaku yang nggak pantas.

Pihak MDTV sebagai stasiun yang nayangin serial ini udah ngasih klarifikasi. Pada 13 November lalu, MDTV udah dipanggil sama KPI buat klarifikasi. Setelah rapat pleno penjatuhan sanksi, KPI akhirnya memutuskan ngasih sanksi berupa teguran tertulis. Ini bukan sanksi yang paling berat sih, tapi tetap jadi peringatan serius buat stasiun TV. KPI juga minta MDTV dan lembaga penyiaran lain buat lebih berhati-hati dalam setiap penayangan ke depannya.

“Ipar Adalah Maut The Series” ini sebenarnya adaptasi dari film yang sukses besar tahun 2024. Versi filmnya berhasil meraih 4,7 juta penonton di bioskop dan masuk jajaran 10 film Indonesia terlaris. Ceritanya tentang kehancuran rumah tangga yang dipicu perselingkuhan. Aris, suami yang ”tampak” sempurna, ternyata selingkuh sama adik istrinya sendiri, Rani, yang tinggal serumah sama mereka pula. Sang istri, Nisa, harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suami dan adiknya terlibat hubungan terlarang. Serial ini digarap sama sutradara Hanung Bramantyo dan diproduseri Manoj Punjabi. Deva Mahenra kembali berperan jadi Aris, kayak di filmnya. Tapi beda dari film, di serial ini Nisa diperankan Tatjana Saphira, bukan Michelle Ziudith, dan Rani diperankan Nicole Parham, bukan Davina Karamoy. Serial ini dijadwalkan bakal tayang sampai Desember 2025 dengan total 45 episode.

Nah, kasus ini jadi pengingat penting buat industri pertelevisian Indonesia bahwa meskipun konten berbasis adaptasi film sukses, tetap harus mengikuti aturan penyiaran yang berlaku. Terutama soal konten yang sesuai dengan klasifikasi umur. KPI punya tanggung jawab menjaga kualitas siaran televisi supaya tayangan yang sampai ke masyarakat tetap berkualitas dan sesuai dengan norma yang berlaku. Penting juga buat lembaga penyiaran memahami bahwa rating tinggi bukan satu-satunya tujuan. Mereka juga punya tanggung jawab moral terhadap penonton, khususnya anak-anak dan remaja. Wahai pengelola TV, yuk bijak dalam menyiarkan konten televisi!

KATEGORI: P3ALD

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img