Ada kabar membanggakan nih terkait sifat dermawan masyarakat Indonesia. Untuk keenam kalinya, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia. Predikat itu diberikan oleh badan amal asal Inggris Charities Aid Foundation (CAF).
Jadi, pada 9 November lalu CAF merilis laporan Giving World Index 2023. Laporan ini memuat daftar negara paling dermawan di dunia. Hasilnya, Indonesia kembali menjadi peringkat pertama negara paling dermawan di dunia, diikuti oleh Ukraina dan Kenya. Penilaian dilakukan berdasarkan hasil survei dengan melibatkan 147.186 responden dari 142 negara pada 2022. Ada tiga indikator yang jadi dasar penilaian survei ini.
Pertama tingkat kesadaran membantu orang tak dikenal, kedua besaran donasi, dan ketiga tingkat kesediaan menjadi sukarelawan. Dari keseluruhan jawaban dalam survei nantinya akan dihitung secara rata-rata dan dirumuskan ke dalam skala 0-100. Semakin tinggi skor yang didapatkan dari akumulasi itu, maka semakin dianggap dermawan negara itu. Tahun ini, Indonesia berhasil meraih nilai akumulasi sebesar 68 dari 100 poin. Nilai itu diperoleh dari 61% responden yang menyatakan mau membantu orang yang tak dikenal. 82% responden yang menyatakan mau mendonasikan uangnya dan 61% yang menyatakan bersedia menjadi relawan.
Diduga, warisan nenek moyang menjadi alasan kenapa penduduk Indonesia menjadi orang-orang yang dermawan. Tapi sayangnya, terkadang kebaikan hati masyarakat kerap disalahgunakan.
Kita sering dengar ada donasi kemanusiaan yang dikorupsi oleh orang atau lembaga pengumpulnya. Kita juga sering ngeliat para pengemis palsu yang memanfaatkan kebaikan hati para dermawan. Untungnya hal-hal kayak gak bikin sifat dermawan warga Indonesia jadi luntur. Ini bisa kita lihat dari donasi yang terus mengalir kalau ada peristiwa atau kondisi memerlukan bantuan, baik di dalam maupun di luar negeri. Contoh saja seperti bantuan kemanusiaan warga Palestina.
Semoga kita bisa terus konsisten ya menjadi pribadi yang murah hati. Yuk kita rawat terus rasa saling peduli dan berbagi kita.


