Jakarta, PIS – Isu kesetaraan gender disuarakan lagi di Hari Perempuan Sedunia kemaren. Salah satu tokoh yang menyuarakannya adalah Paus Fransiskus. Pemimpin spiritual tertinggi umat Katolik itu minta kesetaraan upah dan kesempatan bagi kaum perempuan.
Paus mengutuk aksi diskriminasi terhadap perempuan di masa lalu. Paus nggak cuma bersuara. Paus juga melakukan sesuatu, walk the talk. Paus, misalnya, menunjuk para perempuan untuk tugas manajerial Paus sejak 2013.
Tahun kemaren Paus juga menunjuk 3 perempuan ke dalam komite yang sebelumnya diisi laki-laki. Komite itu bertugas memilih dan memberi nasihat para uskup dari seluruh dunia. “Ada perbaikan di Vatikan setiap kali perempuan ditunjuk untuk mengemban tanggung jawab,” kata Paus.
Paus juga mengecam kekerasan terhadap perempuan akibat budaya penindasan patriarkis dan macho. Di sisi lain, Vatikan juga merilis jumlah perempuan yang bekerja di sana, yaitu 1000 lebih perempuan.
Itu artinya, 320 kali lebih banyak dibanding kepemimpinan Paus 10 tahun lalu. Ini tentu teladan luar biasa dari pimpinan dan institusi penting Katolik. Mudah-mudahan ini diikuti pimpinan dan institusi agama lainnya.
Memberikan perempuan hak yang setara tidak akan mengancam siapapun. Justru kesetaran itu akan menciptakan dunia yang lebih baik. Selamat Hari Perempuan Sedunia!



