PDIP emang sewot banget ya soal diutusnya Pak Jokowi menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Bayangin, politisi PDIP ramai-ramai nyerang keputusan Presiden Prabowo itu. Yang terbaru dikatakan Andi Widjajanto. Mantan gubernur Lemhannas itu bilang baru kali ini Presiden Indonesia mengutus mantan presiden buat urusan kenegaraan. “Saya nggak tahu pertimbangannya apa,” katanya pada 26 April lalu. Menurutnya, kenapa nggak ngirim menteri yang relevan. Misalnya Menteri Agama yang lebih relevan sama agenda atau kebutuhan acara itu. “Saya juga tidak terlalu memahami apakah ini ada kalkulasi politik di belakangnya,” katanya.
Andi Widjajanto kok mendadak amnesia ya. Keputusan yang diambil Presiden Prabowo itu bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Artinya, keputusan itu pernah diambil presiden sebelumnya. FYI, Presiden Jokowi pernah mengutus ibu Megawati Soekarnoputri buat urusan kenegaraan tahun 2017. Ceritanya, Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, meninggal pada Oktober 2016. Nah, Indonesia dapat undangan buat hadir di prosesi royal cremation Raja Bhumibol pada Oktober 2017 di Sanam Luang, Bangkok. Undangan juga dikirim ke sejumlah tamu kerajaan dan pejabat negara sahabat.
Ketika itu, Presiden Jokowi mengutus Ibu Mega mewakili Indonesia. Ibu Mega datang nggak sendirian. Dia didampingi putrinya Puan Maharani, yang waktu itu jadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kabar kehadiran Ibu Mega dalam acara itu diberitakan banyak media nasional kita. Dan acara sepenting itu, mestinya Andi nggak lupa. Apalagi Andi ketika itu masih bagian dari circle Presiden Jokowi dan PDIP.
Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana, merespons positif keputusan Presiden Prabowo yang menyertakan Jokowi dalam utusan Indonesia yang hadir dalam prosesi pemakaman Paus. Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo itu udah tepat. Kedatangan Paus ke Indonesia disambut Jokowi yang ketika itu masih jadi presiden. Ada sisi emosional diutusnya Jokowi ke pemakaman Paus, kata Hikmahanto. Selain itu, sebagai mantan presiden, Jokowi punya kedudukan tinggi dalam memberikan penghormatan dalam acara penting.
Buat yang belum tahu, Jokowi hadir dalam prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada 26 April lalu. Jokowi duduk di barisan depan, sejajar dengan kepala negara lain. Jokowi terlihat khidmat banget mengikuti prosesi pemakaman Paus. Pak Jokowi juga menyempatkan berdoa secara khusus di depan jenazah Paus. “Kami semua berdoa agar yang teramat suci Paus Fransiskus beristirahat dalam damai abadi,” kata Jokowi.
Presiden Prabowo nggak cuma mengutus Pak Jokowi dalam acara ini. Ada 3 orang juga yang ikut jadi utusan Indonesia. Mereka adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono; Menteri HAM Natalius Pigai; dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Paus Fransiskus adalah tokoh agama yang dihormati dunia. Di sisi lain, Jokowi adalah mantan presiden yang juga dihormati. Kehadiran Indonesia yang diwakili terutama oleh Jokowi di acara pemakaman Paus jelas makna penting.
Indonesia nunjukkin sangat menghormati Paus. Indonesia juga nunjukkin menghormati undangan peristiwa bersejarah pemakaman Paus. Indonesia juga nunjukkin serius menjaga hubungan antaragama, khususnya dengan umat Katolik. Singkatnya, diutusnya Jokowi yang dikenal luas punya arti penting buat mempererat hubungan Indonesia dengan Vatikan dan dunia internasional.
Beda pandangan soal keputusan politik, biasa aja. Namanya juga di alam demokrasi. Tapi, ya mbok nggak asal nyinyir dan asal nyerang. Yuk, proporsional dalam bersikap!


