Tingkatkan Pelayanan Haji, Gubernur Kristen Sherly Tjoanda Tambahkan Anggaran

Published:

Gubernur baru Maluku Utara, Sherly Tjoanda, emang keren abis! Baru dilantik, dia langsung tancap gas bikin gebrakan—salah satunya: urus pelayanan haji! Sherly langsung siapkan dana Rp11 miliar dari APBD buat jamaah haji Maluku Utara. Anggaran ini naik dari tahun 2024 yang “cuma” Rp10 miliar. Tujuannya? Supaya pelayanan haji makin maksimal dan manusiawi.

Tahun ini, ada 1.067 jamaah haji dari Maluku Utara, dan 60% di antaranya lansia. Jadi, Sherly minta panitia kerja ekstra untuk ngasih pelayanan terbaik. Nah, Dana Rp11 M ini nantinya dipakai buat penginapan khusus, ambulance, hingga penerbangan charter langsung ke embarkasi Makassar. Jadi, semua flight full charter dari Bandara Baabullah Ternate ke Makassar—Pulang Pergi! Ini bakal lebih praktis, cepat, nyaman. Terutama buat jamaah lansia yang butuh perhatian ekstra.

Tapi, ini bukan sekadar urusan teknis atau logistik, lho. Ini bukti nyata kalau Sherly serius total melayani warganya, khususnya umat Muslim—meskipun dia beda agama. Padahal, jalan Sherly jadi Gubernur nggak mulus banget. Penuh rintangan dan drama. Mulai dari demo besar-besaran sampai tudingan kecurangan pemilu. Sherly maju setelah menggantikan suaminya, Benny Laos. Benny adalah Bupati populer yang wafat di laut secara tragis saat menuju kampanye. Setelah kepergian Benny, partai-partai pengusung mendorong Sherly maju. Dia akhirnya maju bersama Sarbin Sehe di Pilkada Malut.

Tapi masalahnya, Sherly ini bukan cuma minoritas, tapi double minoritas. Dia perempuan, Kristen, dan keturunan Tionghoa. Jadi, sejak awal sudah diserang habis-habisan dengan politik identitas. Bahkan ada kelompok adat dan tokoh lokal yang terang-terangan menolak pencalonannya. Alasannya? Katanya, pemimpin Malut harus Muslim karena adatnya berbasis Islam. Tapi berbagai serangan itu tak menyurutkan langkah Sherly. Dia bahkan menang telak dengan perolehan suara 51 persen, sementara lawan terkuatnya hanya mendapat suara 24 persen.

Tapi kemenangan ini tetap diprotes para penantangnya. Aliansi Masyarakat Muslim dan Front Persatuan Peduli Pemilu turun ke jalan. Mereka tuntut KPU batalkan hasil pemilu dan tuding ada kecurangan. Mereka juga nuduh ada intervensi elite politik lokal. Tapi KPU dan MK tetap sahkan kemenangan Sherly-Sarbin. Hingga akhirnya, mereka resmi dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.

Kemenangan Sherly ini jadi tonggak sejarah dalam demokrasi Indonesia. Bayangin—seorang perempuan, Kristen, Tionghoa—menang di provinsi mayoritas Muslim. Ini bukti kalau rakyat bisa memilih dengan akal sehat, bukan karena SARA. Dan yang makin bikin kagum, Sherly nggak balas semua serangan-serangan itu. Dia tunjukin kerja nyata: melayani semua golongan tanpa pandang bulu. Termasuk pelayanan haji, yang justru dia jadikan prioritas pertama di awal jabatannya.

Agamanya boleh beda, tapi semangat pelayanannya luar biasa! Sherly, kamu keren, pemimpin yang luar biasa! Ini jadi pelajaran penting ya buat seluruh rakyat Indonesia. Bahwa agama dan etnis bukan alasan utama dalam memilih pemimpin. Yuk, pilih pemimpin dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img