Uskup Agung Jakarta Ikut Pemilihan Paus Baru Di Vatikan

Published:

Indonesia keren banget ya! Meski mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi Indonesia dapat kehormatan besar dalam dua momen bersejarah pasca meninggalnya Paus Fransiskus. Pertama, proses pemilihan Paus baru. Kedua, penghormatan terakhir sebelum pemakaman Paus. Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, bakal mewakili Katolik Indonesia dalam pemilihan Paus baru.

FYI, setelah Paus Fransiskus meninggal, Gereja Katolik masuk masa sede vacante. Yaitu, masa kosongnya Tahta Kepausan yang berlangsung sampai Paus baru terpilih. Nah, para kardinal dari seluruh dunia diundang ke Vatikan untuk ngadain konklaf. Buat yang nggak tahu, kardinal itu pejabat senior dalam Gereja Katolik yang dipilih langsung Paus untuk jadi bagian dari Dewan Kardinal. Kalo konklaf, itu pertemuan Dewan Kardinal yang dilakukan secara tertutup dan rahasia untuk memilih Paus. Konklaf diadakan di Kapel Sistina dengan suasana yang penuh doa dan kerahasiaan tinggi. Paus yang terpilih bakal jadi Uskup Roma sekaligus Kepala Gereja Katolik Roma se-dunia.

Yang pengen tahu gimana gambaran tentang konklaf, bisa tonton film ‘Angels & Demons’, ‘The Two Popes’, ‘Conclave’. Romo Suharyo itu kardinal dari Indonesia yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti konklaf ini. Menurut Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, konklaf bakal diadakan 15 hari setelah Paus wafat. Konklaf bakal dihadiri sekitar 200 kardinal dari seluruh dunia. Romo Suharyo sekarang berusia 74 tahun. Dia kardinal Indonesia yang memenuhi syarat usia untuk ikut memilih dan dipilih dalam konklaf.

Kehadiran kardinal dari Indonesia ini adalah kesempatan emas buat Indonesia. Suara dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia, akan sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan Gereja Katolik global. Walaupun belum ada keputusan resmi, Romo Suharyo ngaku keikutsertaannya bakal jadi pengalaman yang sangat penting. Dan ini adalah pertama kalinya Romo Suharyo ikut dalam proses pemilihan Paus. Kontribusinya dalam konklaf bakal membawa perspektif unik dari Gereja Katolik Indonesia dan menambah warna dalam diskusi global gerejawi.

Itu pertama. Momen bersejarah kedua, Indonesia juga bakal memberikan penghormatan terakhir sebelum pemakaman Paus. Kabarnya, Pak Jokowi diutus Presiden Prabowo mewakili Indonesia. Prosesi pemakaman Paus bakal digelar pada 26 April di Vatikan. Delegasi Indonesia dijadwalkan berangkat pada 25 April, sehari sebelum pemakaman berlangsung. “Atas nama pemerintah Indonesia, Bapak Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengutus beberapa tokoh untuk ikut menghadiri acara pemakaman di Vatikan,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi. “Kami berharap delegasi ini dapat mewakili bangsa dan negara dalam menyampaikan simpati dan belasungkawa,” tambahnya. Selain Pak Jokowi, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan juga diutus. Delegasi ini jadi simbol penghormatan dari pemerintah Indonesia atas wafatnya Paus Fransiskus.

Kepulangan Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam buat umat Katolik di seluruh dunia, khususnya buat kita di Indonesia. Dalam kunjungan ke Indonesia pada September tahun lalu, Paus secara khusus mendoakan Indonesia. “… Saya mendoakan agar masyarakat Indonesia semakin bertumbuh dalam keimanan, persaudaraan, dan kasih sayang. Semoga Tuhan memberkati Indonesia,” tulis Paus dalam surat yang diberikan ke Presiden Jokowi. Paus juga mendoakan presiden terpilih, Pak Prabowo. “Saya sampaikan kepada presiden terpilih harapan terbaik saya untuk masa bakti yang bermanfaat bagi Indonesia, negara kepulauan yang luas dengan ribuan pulau yang dikelilingi oleh laut yang menghubungkan Asia dengan Oseania,” ucap Paus.

Selamat jalan, Paus Fransiskus. Selamat jalan tokoh spiritual dunia pejuang perdamaian, kemanusiaan, dan dialog lintas agama….

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img