Wali Kota Makassar, Danny Pomanto bikin keputusan kontroversial nihhh. Dia tetap ngizinin acara tabligh akbar yang akan dihadiri oleh penceramah Khalid Basalamah. Padahal banyak kelompok masyarakat di Makassar menolak perhelatan tersebut. Danny beralasan, langkahnya dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan seperti yang terjadi di Surabaya. Tetapi dia tetap meminta agar tempat acara dipindah ke lapangan Karobesi.
Danny bilang, langkahnya sesuai dengan masukan dari berbagai tokoh agama dan panitia acara. Sebelumnya beredar di media sosial undangan tabligh akbar yang akan dihadiri penceramah Khalid basalamah di Masjid Raya Makassar. Karena mendapat penolakan dari banyak pihak, pengurus masjid mengeluarkan penolakan terhadap acara itu.
FYI ya, Khalid Basalamah adalah ulama yang selama ini memang terkenal konservatif. Dia berpaham wahabi yang berbeda dengan paham mayoritas di Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal jamaah. Masalahnya, Khalid ini sering menyerang praktek keagamaan kelompok lain, terutama NU. Dia sering menyebut bid’ah praktek keagamaan NU. Selain itu, Khalid juga menyerang tradisi lokal seperti wayang. Katanya wayang itu haram dan harus dimusnahkan. Dia juga dianggap tidak nasionalis karena melarang umat Islam nyanyiin Indonesia Raya.
Yang lebih parah, dia gampang nuduh kelompok lain kafir atau pelaku bidah. Karena berbagai alasan itu, kehadirannya banyak mendapat penolakan. Sebagai Walikota, langkah Danny ini mungkin keren ya! Karena ia ingin memastikan bahwa semua warga punya hak yang sama untuk beribadah dan mengekspresikan keyakinannya. Tapi, ya untuk Khalid ini mungkin perlu pertimbangan yang matang. Dia punya rekam jejak yang buruk soal toleransi beragama. Jangan sampai kehadirannya justru menciptakan keterbelahan masyarakat.
Yuk pilih ulama yang menghormati keberagaman Indonesia!


