Warning! 30% Siswa SMA Tergolong Intoleran

Published:

Hanya 70% siswa SMA di lima kota besar tergolong toleran sementara 30 persen lainnya intoleran. Ini adalah temuan survei Setara Institute Januari sampai Maret 2023. Walau jumlah siswa toleran jauh lebih besar daripada yang intoleran, temuan ini tetap perlu bikin kita kuatir. Kalau sekitar sepertiga siswa SMA Indonesia intoleran, persatuan bangsa kita jelas terancam. Masuk dalam kategori intoleran itu misalnya gak mau berteman dekat dengan siswa agama lain, gak mau punya ketua kelas agama lain, atau gak setuju Pembangunan tempat ibadah agama lain.

Survei SETARA ini dilakukan di Bandung, Bogor, Surabaya, Surakarta dan Padang. Respondennya berjumlah 947 siswa. Banyak temuan yang penting untuk diperhatikan. Misalnya, hampir 52 persen siswa bilang bahwa negara Barat seperti Amerika, Inggris, dan Australia adalah ancaman terhadap agama. Terus ada 61,1% bilang merasa lebih nyaman kalau semua siswi di sekolahnya menggunakan jilbab. Bahkan yang lebih bikin geleng-geleng, kepala: 56% siswa setuju kalau syariat Islam dijadikan landasan bernegara.

Begitu juga 83 persen siswa menganggap Pancasila bisa diganti. Tapi ada juga sih yang masih melegakan.
Misalnya saja hampir 75 persen bilang nggak setuju kalau agama lain dianggap sesat. Secara umum, SETARA juga bilang biar bagaimanapun, ada peningkatan trend toleransi. Kalau tahun ini jumlah mahasiswa yang tergolong toleran adalah 70 persen, di tahun 2016 angkanya baru mencapai 61 persen.

Jadi, kondisinya bisa dibilang membaik, walau di sana-sini masih ada yang perlu dibenahin. Pekerjaan rumahnya masih banyak nih, guys. Ayo Tingkatkan Toleransi di Indonesia!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img