Belmondo Scorpio | Kacau! Ada Paksaan Iuran Kurban di Sekolah

Published:

Jakarta, PIS – Ibadah kurban sejatinya dilakukan atas dasar kerelaan. Tapi, sejumlah sekolah, dengan alasan untuk melatih diri mereka, melakukan pemaksaan.  Ini, misalnya, dialami oleh adik seorang netizen di Twitter. Kesal dengan praktek itu, dia pun memposting apa yang dialami adiknya di akun Twitternya. 

“Hidup lagi susah adek gua malah disuruh bayar uang kurban 60 ribu, kalau gak bayar nanti gak dapet nilai agama kata gurunya,” tulisnya. Sontak postingan itu mendapat banyak komentar dari pengguna Twitter lainnya.

Kebanyakan mereka berkomentar dengan nada prihatin, bahkan nggak sedikit yang menghujat praktek itu. “Kenapa si banyak banget guru agama yg pungli berkedok gini,” balas netizen.

“Kalau benar seperti itu…maka gurunya gak faham tentang nilai nilai berkurban….,” timpal netizen lain. “Gak hanya di Islam, saya di Kristen pernah kena praktik macam begini,” ujar netizen beragama Kristen.

“Aneh banget, orang kurban kalo ada rejeki lah ini maksa,” timpal yang lain lagi. Ternyata praktek seperti itu juga dialami oleh teman saya di kantor. Dan dia menduga, praktek itu masih berlangsung sampai saat ini.

FYI, teman saya ini dulu sekolah di sebuah SMA Negeri di daerah Tangerang Selatan. Kurban adalah ibadah dalam agama Islam dengan menyembelih hewan ternak. Dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbagi kepada sesama.

Sebagian ulama menganggap kurban itu wajib, sebagian yang lain hanya sunnah. Tapi ulama yang menganggap wajib pun, hanya berlaku bagi mereka yang mampu. Jadi, kalau ada sekolah yang maksa muridnya iuran untuk kurban jelas itu penyimpangan.

Apalagi dengan disertai ancaman tidak akan diberikan nilai. Bukan cuma penyimpangan, ini juga pemerasan. Kemendikbud dan Kemenag harus bertindak tegas terhadap praktek seperti ini.

Hukum sekolah dan oknum guru yang melakukannya. Ayo, bebaskan sekolah dari pungutan liar!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img