Lagi heboh nih perang pendapat antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Gus Miftah soal aturan speaker. Kemenag baru saja ngeluarin surat Edaran Nomor tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola. Nah, surat edaran ini mendapat kritikan dari Gus Miftah karena dianggap membatasi jamaah yang ingin tadarusan atau ngaji setelah tarawih. Bahkan, Gus Miftah sampai membandingkan dengan acara dangdutan yang tak ada larangan sampai pukul 1 pagi.
Kritikan Gus Miftah ini langsung direspon Kemenag. Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, bilang Gus Miftah gagal paham. Katanya, Gus Miftah asbun karena tak paham soal isi surat edaran itu. Anna juga menyayangkan sikap Gus Miftah ini yang sampe ngebandingin dengan acara dangdutan. Anna bilang sebagai penceramah, Gus Miftah harusnya bertanya dulu agar gak salah paham supaya tak jadi provokasi. Kata Anna, surat edaran Kemenag itu sama sekali tidak melarang menggunakan pengeras suara di masjid dan mushola.
Tapi, untuk kenyamanan bersama, pengeras suara yang digunakan cukup speaker dalam aja. Menurut Anna, surat edaran ini dibikin untuk ketertiban, dan kenyamanan bersama di tengah masyarakat yang beragam. Surat edaran ini mendapat beragam respon positif dari banyak pihak, salah satunya PBNU hingga Muhammadiyah. Kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, penggunaan pengeras suara harus disesuaikan dengan kondisi di sekitar masjid. Ini untuk menjaga toleransi di lingkungan yang majemuk.
FYI, surat edaran ini sebenarnya bukan hal baru ya, tapi sudah ada sejak 1978. Surat Edaran ini mengatur penggunaan pengeras suara selama Ramadan, baik siang dan malam hari. Belakangan himbauan untuk bijak menggunakan pengeras suara selama Ramadan ramai di media sosial. Hal ini karena selama bulan Ramadhan biasanya penggunaan pengeras suara atau toa akan semakin meningkat. Salah satunya karena banyak umat Islam yang melakukan tadarusan atau ngaji bersama dengan pakai speaker luar sampai malam.
Semoga dengan adanya surat edaran ini, pelaksanaan ibadah puasa semakin berkah dan adem ya. Yuk hormati hak-hak orang lain!


