Keji, OPM Gunakan Perempuan Dan Anak-Anak Sebagai Tameng Hidup

Published:

Jakarta, PIS – Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini licik banget ya! Gara-gara nggak mampu hadapin TNI, mereka gunain anak-anak dan perempuan jadi tameng hidup. Itu mereka lakukan dalam kasus penyanderaan pilot pesawat Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens dan kelima penumpangnya.

Kapten Philips dan lima Penumpang Susi Air disandera oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari lalu. Kapten Phillips adalah warga Selandia Baru yang beristri perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat.

Sampai sekarang Kapten Philips dan kelima penumpang belum diketahui kondisinya. TNI telah berupaya membebaskan mereka, tapi mengalami kesulitan. Salah satu sebabnya karena OPM selalu membawa tameng hidup itu kemanapun mereka berpindah. 

TNI sudah memberikan ultimatum agar OPM tidak menyertakan masyarakat sipil dalam pertempuran. Tapi mereka enggak menggubrisnya. OPM ingin menukar nyawa sandera dengan kemerdekaan Papua.

Posisi Kapten Philips dan kelima penumpang dikabarkan terus berpindah dan sulit untuk dilacak. Oleh karena itu TNI kemudian memperluas wilayah operasi pencariannya. Informasi terbaru, OPM saat ini telah kabur dari Kabupaten Nduga ke Kabupaten Lanny Jaya. SEMOGA KAPTEN PHILIPS DAN PARA PENUMPANG BISA SEGERA DISELAMATKAN!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img