Kemenag Laporkan Umroh Backpacker

Published:

Hah? Umroh backpackeran di laporin polisi? Loh kok bisa?  Mereka kan mau ibadah? Kabar ini lagi rame nih di media sosial. Gara-garanya, September lalu Kementerian Agama (Kemenag) bikin laporan ke Polda Metro Jaya soal fenomena umrah backpacker atau umrah mandiri. Eits, tapi jangan salah paham dulu ya! Kalau ibadah umrahnya gak dilarang! Yang dilaporin itu, orang atau pihak yang ngebisnisin umrah backpacker ini.

Jadi, orang ini nawarin umrah backpacker di media sosial. Dia ngajak orang lain dan bertindak seolah agen perjalanan umrah. Nah, yang dilaporin ini gara-gara nggak punya izin alias bodong. Bayangin kalau ada apa-apa waktu ibadah umrah, siapa yang tanggung jawab? Sedikit info ya, semua penyelenggara bisnis perjalanan ibadah tuh sudah ada undang-undangnya, yaitu nomor 8 tahun 2019 pasal 115. Setiap orang dilarang bertindak tanpa hak sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mengumpulkan dan/atau mengirimkan jemaah umrah. Nah, yang boleh menjadi PPIU ini adalah biro perjalanan umrah yang udah mengantongi  izin dari pemerintah. Kalau melanggar, ancamannya nggak tanggung-tanggung loh. Yaitu ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar 6 miliar rupiah.

Jadi, gitu ya! Pokoknya jangan gampang percaya dan tergiur sama penawaran umrah yang murah deh. Udah banyak kan contoh penipuan berkedok umrah murah ini, ada First Travel, Abu Tours dll. Sebenarnya akhir tahun lalu, pemerintah Arab Saudi udah resmi ngeluarin platform layanan umroh, namanya Nusuk. Nah, Nusuk ini ngasih kemudahan buat jamaah, salah satunya bisa pergi umroh secara mandiri tanpa melalui PPIU. Bahkan, perempuan yang nggak didampingi mahram bisa juga loh umrah melalui layanan ini. Kalau mau umrah mandiri gunain aja fasilitas ini. Yuk, jadi umat yang cerdas!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img