Kok Bisa Ada Prostitusi di IKN?

Published:

Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan terseret isu prostitusi. Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara kabarnya udah merazia puluhan pekerja seks komersial (PSK) sejak awal 2025. Para PSK itu menawarkan jasanya lewat aplikasi media sosial dan berbagi pesan.

Kepala Satpol PP Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, bilang razia dilakukan di seluruh kecamatan, termasuk Kecamatan Sepaku yang merupakan bagian wilayah IKN. “Pelaku menyewa kamar penginapan dan menawarkan jasa kencan lewat aplikasi dengan tarif Rp 400.000 hingga Rp 700.000 sekali kencan,” katanya.

Anggota DPR RI, Muhammad Khozin, bilang kabar soal maraknya PSK di IKN membuat istri para ASN di IKN jadi khawatir. Menurutnya, praktik prostitusi juga bisa menurunkan produktivitas ASN. Karena itu, dia minta Otorita IKN diberi diskresi buat bergerak lebih melakukan razai pada malam hari karena Satpol PP patroli pada siang hari.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengklaim kawasan IKN sudah steril dari PSK. Katanya, Otorita IKN dan aparat penegak hukum sudah merobohkan sekitar delapan warung remang-remang pada Ramadan lalu. Menurut Basuki, isu PSK di kawasan IKN berita lama yang didaur ulang lagi di media sosial. Dia juga mastiin, ASN IKN bersih dan nggak menggunakan jasa PSK. Kalau ada yang ketahuan menggunakan jasa PSK, langsung ditindak.

Kabar maraknya praktik prostitusi di IKN diamini aktivis lingkungan Kalimantan Timur, Pradarma Rupang. Menurut Pradarma, praktik prostitusi ditemukan di tiga wilayah Kecamatan Sepaku, yaitu Bumi Harapan, Pasar Sukaraja, dan Pasar Bukit Raya. Bumi Harapan itu kawasan ring 1 IKN, sementara Pasar Sukaraja dan Pasar Bukit Raya itu ring 2. “Praktik prostitusi paling ramai di Pasar Sukaraja dan Bumi Harapan,” ujarnya.

Menurutnya, para PSK banyak menyewa hunian tapak sebagai tempat tinggal di sekitar tiga wilayah itu. Para PSK diduga berasal dari luar Pulau Kalimantan. Pelanggannya, mayoritas para pekerja IKN dan transaksi dilakukan di penginapan-penginapan IKN. Pradarma bilang bisnis prostitusi biasanya menjamur di kawasan industri ekstraktif. Dia menduga bisnis prostitusi akan tumbuh subur seiring pembangunan di IKN.

Sosiolog Universitas Mulawarman, Sri Murlianti, bilang praktik prostitusi di sekitar IKN konsekuensi sosiologis dari pembangunan dan lonjakan penduduk pendatang. “Prostitusi itu bukan hal baru. Sejak zaman dulu, praktik ini selalu hadir, terutama di wilayah yang mengalami pertumbuhan cepat,” katanya.

Menurut Sri, sebelum ada IKN, praktik prostitusi sudah ada di sekitar wilayah itu. Tapi karena penduduk disana masih sedikit dan kontrol sosial masih kuat, praktik prostitusi relatif lebih terkendali. Sekarang, katanya, banyak pendatang yang mayoritas pekerja laki-laki datang tanpa pasangan dan keluarga. Ini membuat permintaan terhadap jasa prostitusi meningkat. “Hasrat seksual itu naluriah, sementara kontrol sosial dan keluarga longgar. Itu yang bikin praktik ini marak,” ucapnya.

Selama 3 bulan terakhir Satpol PP udah melakukan patroli online memantau transaksi praktik prostitusi. Tapi nggak mudah. Yang dipantau akun-akun samaran yang ganti tiap hari dan susah dilacak.

IKN dibangun dengan mimpi menumbuhkan kota baru yang sehat dan memeratakan kesejahteraan di luar Jawa. Jangan sampai IKN justru jadi mimpi buruk sebelum kota itu sepenuhnya dihuni. Terlalu utopis menghilangkan prostitusi 100 persen dari sejarah manusia. Tapi kita bisa meminimalisasikannya bila ketimpangan kesejahteraan bisa ditekan semaksimalnya.

Membangun IKN bukan cuma membangun infrastruktur dan istana negara. Tapi yang juga penting, membangun manusianya. Jangan sampe IKN jadi kota yang tampak keren dari luar, tapi bobrok di dalam!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img