Kok Habib Rizieq Kaitin Pembubaran FPI dan Ormas yang Lakuin Premanisme?

Published:

Habib Rizieq Shihab rupanya masih tantrum sama pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan pemerintah. Di saat lagi ramai soal desakan pembubaran Ormas yang lakuin premanisme, eh dia sangkut pautin sama pembubaran FPI. Dia bilang, ngebubarin FPI pemerintah berani, kok sama ormas yang lakuin premanisme gak berani bubarin. Rizieq kemudian curiga, kalau ketidakberanian itu karena banyaknya pejabat yang jadi pembina ormas-ormas itu. “Sebenarnya jawabannya sudah jelas, karena banyak dari ormas-ormas preman tadi pembinanya para pejabat,” ucapnya. Kondisi itu katanya yang membuat pemerintah gak bisa tegas sama ormas-ormas preman itu, karena mereka saling melindungi. “Apa yang mesti kita lakukan kalau pejabat dengan penjahat sudah berkolaborasi,” lanjutnya.

Apa yang diomongin Rizieq jauh panggang dari api. Karena masalah yang terkait ormas yang diributkan saat ini berbeda dengan masalah FPI. FPI, selain sering membuat aksi-aksi yang meresahkan masyarakat, FPI juga dianggap melakukan pelanggaran terkait Undang-undang Ormas. Pemerintah sendiri menyebut ada 6 alasan kenapa FPI dibubarkan. Pertama mereka dianggap melanggar Undang-undang Ormas terkait dengan tujuan agar menjaga eksistensi ideologi dan konsensus bernegara Pancasila. Anggaran Dasar FPI juga dianggap bertentangan dengan pasal 2 Undang-undang Ormas. Ketiga masa berlaku FPI sebagai ormas juga berakhir pada 20 Juni 2019, dan mereka belum memenuhi syarat untuk perpanjangan. Alasan keempat aktivitas FPI juga dianggap bertentangan dengan pasal 2, 5, 21, 59 dan 82 Undang-undang Ormas. Alasan kelima, sejumlah pengurus dan anggota FPI pernah terlibat dalam aksi terorisme. Keenam, FPI sering melakukan aksi razia dan sweeping yang meresahkan masyarakat.

Sedangkan, masalah yang terjadi pada ormas saat ini tidak terkait dengan 6 alasan itu. Masalah yang ada, terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh pengurus dan anggota ormas itu. Jadi beda ya. Belakangan memang sedang ramai desakan pembubaran terhadap ormas-ormas yang sering melakukan aksi premanisme. Hal itu dipicu aksi pembakaran mobil polisi di Depok, setelah kepolisian menangkap pengurus sebuah ormas. Sebelumnya, aksi premanisme juga terjadi di Subang. Anggota ormas memeras sebuah perusahaan otomotif yang sedang membuat pabriknya di Subang. Tak ayal, karena aksi premanisme itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita geram.

Merespon itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melontarkan gagasan untuk merevisi undang-undang Ormas. Tujuannya, agar pengawasan terhadap Ormas makin diperketat. Gagasan ini didukung oleh Mantan Panglima Komando Distrik Militer (Kodam) Jaya, yang juga mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso. Sutiyoso mengaku, aksi para premanisme merepotkannya saat dirinya menjadi Panglima Kodam maupun saat jadi gubernur. Sutiyoso bahkan mengusulkan agar dalam revisi undang-undang ormas dibuat ketentuan agar pakaian ormas tidak menyerupai seragam tentara.

Rupanya dukungan Sutiyoso ditanggapi oleh Ketua Grib Jaya, Hercules. Dengan nada menghina, Hercules menyuruh Sutiyoso diam. Bahkan menyebut mulut Pak Sutiyoso sudah bau tanah. Respon gak simpatik Hercules berujung desakan pembubaran Ormas oleh netizen Indonesia. Aksi premanisme memang meresahkan, seharusnya memang aparat bertindak tegas. Tapi menyamakan kasus pembubaran FPI dan Ormas, kayaknya gak nyambung ya. Yukk Pak Rizieq jangan tantrum terus!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img