Jakarta, PIS – Aksi kekerasan oleh teroris di Papua terus terjadi, Kawan PIS. Mereka tidak hanya menyerang petugas keamanan, tapi juga warga sipil. Belum lama ini pesawat sipil di Bandara Pari, Nduga, Papua Pegunungan, diserang pada Selasa 7 Februari lalu.
Pelakunya diduga adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Lembaga advokasi hak asasi manusia Amnesty International Indonesia mengecam serangan itu.
Mereka juga meminta supaya seluruh warga sipil dan asing yang disandera segera dibebaskan. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta semua pihak menahan diri.
Dia meminta para pihak yang berkonflik menghormati hukum HAM dan hukum kemanusiaan internasional. Menurut Usman, insiden pembakaran pesawat dan penyanderaan itu menjadi bukti berulangnya kekerasan di wilayah Papua.
Pesawat Pilatus Porter maskapai Susi Air diduga dibakar selepas mendarat di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan. Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti menduga kuat bahwa pesawat telah dibakar oleh KKB.
Sebab menurutnya, pesawat miliknya mendarat dengan selamat di Lapangan Terbang Paro. Pilot pesawat Philips Marthen, diduga dibawa oleh KKB. Sedangkan 5 warga sipil yang menumpang pesawat itu belum diketahui kondisinya.
Menurut Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri, pesawat Susi Air dibakar karena KKB menganggap itu adalah pesawat evakuasi. Karena sebelumnya ada 15 pekerja bangunan yang diancam oleh KKB.
Kondisi 15 pekerja bangunan itu sendiri saat ini dalam kondisi aman. Setelah berlindung di salah satu rumah pendeta. Upaya evakuasi terhadap para pekerja itu saat ini sedang dilakukan. Miris sekali ya kondisi di Papua, Kawan PIS. Semoga aksi kekerasan yang terjadi di Papua segera berakhir.


