Menjelang Natal, Pasar Natal Kembali Dibuka di Dubai

Published:

Menjelang Natal, Uni Emirat Arab, tepatnya di Dubai, kembali berbenah. Ini ditandai dengan dibukanya pasar Natal bernama Winter District 2025, sebuah festival musim dingin yang rutin hadir setiap Desember. Lokasinya berada di pusat kota Dubai, tepatnya di area Jumeirah Emirates Towers Plaza. Area ini berada dekat Museum of the Future dan ikon bisnis Dubai, Emirates Towers. Winter District 2025 dibuka mulai 13 Desember hingga 28 Desember. Event ini dikemas sebagai festival keluarga dengan suasana liburan yang meriah.

Daya tarik utamanya adalah pohon Natal raksasa yang menjadi pusat dekorasi. Pengunjung juga disuguhi musik Natal, pertunjukan band live, dan hiburan panggung. Tersedia stan makanan dan minuman khas musim liburan, serta kerajinan tangan. Ada zona khusus anak-anak seperti kereta mini, carousel, dan aktivitas dekorasi gingerbread. Salah satu ciri khas lokalnya adalah Santa yang tampil dengan sentuhan budaya Dubai. Di beberapa edisi, Santa bahkan menaiki abra, perahu tradisional khas setempat. Ini membedakan Winter District dari pasar Natal di Eropa atau Amerika.

Secara historis, Winter District bukan tradisi lama di Dubai karena pertama kali diselenggarakan pada Desember 2023. Edisi perdana berlangsung di Jumeirah Emirates Towers Plaza. Konsepnya sejak awal adalah festival musim dingin dan akhir tahun. Tahun 2024, event ini berlanjut sebagai season 2 di Dubai Media City Amphitheatre. Pada musim dingin 2025, Winter District kembali ke lokasi utama di pusat kota. Artinya, ini adalah event modern yang dibangun secara bertahap dan terencana.

Winter District tidak lahir dari tradisi keagamaan lokal. Event ini murni bagian dari strategi pariwisata dan hiburan akhir tahun. Dubai memposisikan diri sebagai kota wisata global dengan kalender event yang padat. Data pariwisata menunjukkan Desember adalah salah satu puncak kunjungan wisata Dubai. Karena itu, festival seperti Winter District berfungsi sebagai instrumen ekonomi. Bukan simbol ideologis atau ekspresi agama negara. Event ini juga mendukung ekonomi kreatif dan pelaku usaha lokal. Banyak vendor UMKM, pengrajin, dan pelaku F&B terlibat di dalamnya. Secara resmi, Winter District didukung Department of Economy and Tourism Dubai. Dukungan ini menandakan statusnya sebagai bagian kalender wisata tahunan. Winter District tidak memerlukan “izin agama” karena sifatnya sekuler, hiburan umum, dan non-ritual.

Fenomena serupa juga terlihat di negara Muslim lainnya. Di Turki, dekorasi Natal dan ikon Noel Baba muncul di ruang publik. Kota besar seperti Istanbul dan Ankara dipenuhi pohon Natal dan lampu musim dingin. Perayaan Tahun Baru di Turki bahkan disertai pesta jalanan dan konser publik. Di Maroko, ornamen Natal dijual di kota wisata seperti Marrakesh dan Casablanca. Hotel dan toko juga menjual kue khas musim liburan Eropa. Di Mesir, Natal dirayakan komunitas Kristen Koptik setiap 7 Januari. Aktivitas keagamaan berlangsung terbuka di gereja-gereja Kairo dan Alexandria. Di Yordania, Natal adalah hari libur nasional. Dekorasi Natal hadir di mal, hotel, dan area publik di Amman. Bazaar Natal kecil juga rutin diselenggarakan oleh komunitas lokal. Di Malaysia, suasana Natal terlihat jelas di pusat perbelanjaan besar. Mall di Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Bahru penuh dekorasi tematik.

Ini nunjukin negara tidak sedang “merayakan agama”, melainkan mengelola keberagaman. Kebijakan publik memisahkan iman pribadi dari ruang budaya dan ekonomi. Pemerintah menilai acara dari dampak sosial dan ekonomi. Bukan dari ancaman terhadap agama mayoritas. Semoga perayaan Natal di Indonesia terus berjalan damai dan inklusif. Yuk rawat toleransi di Indonesia!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img