Netizen Indonesia Kok Rame-rame Mensyukuri Kebakaran Israel?

Published:

Banyak netizen Indonesia yang kaya nggak punya hati ya. Bayangin, mereka merayakan musibah kebakaran di Israel. Marah sama kebijakan pemerintah Israel yang membantai warga Gaza itu bisa dimaklumi. Tapi jangan kemarahan itu dilampiasin ke korban musibah kebakaran yang kebanyakan warga sipil dong.

Jadi, Israel dilanda kebakaran hutan pada 30 April lalu. Lebih dari 100 titik api muncul di berbagai wilayah. Lebih dari 10 ribu warga sipil terpaksa tinggalin rumah. Laporan sementara ada 45 orang luka-luka, termasuk dua ibu hamil dan dua bayi. Tujuh belas petugas pemadam juga jadi korban. Kebun zaitun, anggur, dan lahan pertanian juga hangus terbakar.

Dugaan sementara, tragedi ini dipicu cuaca ekstrem. Suhu 39°C dengan kelembapan di bawah 10% dan angin kencang 95 km/jam bikin api nyebar gila-gilaan. Kebakaran kali ini jadi kebakaran terparah dalam 10 tahun terakhir di Israel. Lebih dari 160 tim pemadam dan 12 pesawat dikerahkan. Italia, Spanyol, dan Prancis, ikut membantu. Tragedi ini jadi kado pahit buat Israel di hari kemerdekaannya. Perayaan hari kemerdekaan pun batal dilaksanain.

Yang bikin tambah kacau, badai pasir juga melanda wilayah selatan Israel di hari yang sama. Rekaman video dari Gurun Negev nunjukkin angin kencang dan debu tebal menyapu wilayah Beersheba. Kombinasi badai dan kebakaran bikin jarak pandang di jalan hampir nol. Operasi bandara jadi terganggu, kualitas udara tambah buruk.

Musibah Israel ini langsung ditanggapi netizen Indonesia. Tapi yang bikin kita mengelus dada, banyak komentar yang bersyukur atas musibah ini. “Semoga semakin menyalaaa”, tulis netizen. “Luaskan yaa Allah klo bisa semuanya rataaa,” tulis lainnya. “Angin tolong kerjasama nyaa,” tulis yang lain. Astagfirullah. Marah karena tindakan biadab Pemerintah Israel di Gaza jelas bisa dimaklumi. Tapi jangan kemarahan itu dilampiaskan ke warga sipil yang jadi korban atas musibah itu. Apalagi, nggak semua warga sipil Israel dukung kebijakan Pemerintah Israel soal Gaza.

Asal tahu aja, ribuan warga Israel demo di depan parlemen Yerusalem menuntut gencatan senjata dan pembebasan sandera pada 19 Maret lalu. Sekitar 500 orang di Tel Aviv bawa poster anak-anak Gaza dan teriak stop perang pada 24 April lalu. Para penyintas tragedi Holocaust dan keturunannya ikut berdiri bersama warga Gaza. Mereka menyerukan empati dan perdamaian atas penderitaan warga Gaza, alih-alih tepuk tangan.

Jadi, kalau sebagian netizen Indonesia ngerayain musibah kebakaran di Israel, apa bedanya mereka dengan Pemerintahan Benjamin Netanyahu yang haus darah? Nabi Muhammad pun nggak pernah mencontohkan umat manusia berbuat kejam begitu. Nabi nggak dendam dan mendoakan keburukan kepada orang-orang yang menzaliminya. Nabi pernah dilempari batu sampai berdarah-darah dan diusir di Thaif. Dahsyatnya, nabi nggak mengutuk mereka. Nabi justru mendoakan kebaikan buat mereka. Padahal waktu itu, nabi dapet tawaran dari malaikat buat membalas kezaliman mereka.

Kita harus peduli dengan warga Gaza yang jadi korban kebiadaban Pemerintah Israel. Tapi merayakan bencana alam yang menyasar warga sipil, bukan sikap yang layak dilakukan. Yuk, beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img