Komitmen Partai Solidaritas Indonesia untuk jaga kebhinekaan Indonesia kayanya nggak main-main. 6 November, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep berkunjung untuk bertemu pengurus Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII). Mereka bicara soal intoleransi di Indonesia. Selain Kaesang, dari PSI hadir juga Wakil ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, serta Ketua Umum PGLII Pendeta Ronny Mandang.
PSI datang untuk minta nasihat ke tokoh Kristen terkait upaya menjaga toleransi antar umat beragama. Kaesang membantah bahwa PSI datang untuk minta dukungan dalam Pemilu 2024. Yang dibicrakan melulu soal intoleransi. Ketua Umum PGLII, pdt Ronny Mandang mengaku senang bisa menyambut PSI. PGLII siap bekerjasama dan bermitra dengan PSI selagi itu hal positif dan membangun Indonesia yang toleran. Kaesang kayaknya serius ingin memimpin PSI untuk serius menangani intoleransi. Pada 3 Oktober lalu Kaesang bersama PSI berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Di kantor PGI, mereka diskusi soal apa yang bisa dilakukan anak muda untuk memerangi korupsi dan intoleransi.
Sejak terpilih sebagai Ketua Umum PSI pada 25 September, Kaesang berulangkali bilang, perang melawan toleransi adalah salah satu agenda utama PSI. Dia percaya perjuangan ini tidak harus dilakukan dengan cara konfrontatif. Kaesang bilang, dia ingin menerapkan politik Santun dan Santuy. Ini tentu menjadi angin segar di dunia perpolitikan. Semoga apa yang dilakukan Kaesang bisa dicontoh pejabat publik yang lebih senior.
Yuk jaga terus toleransi di Indonesia!


