Menjelang Pemilu yang tinggal 3 bulan lagi, Gerakan 212 rupanya ingin kembali hadir. Sabtu lalu, mereka sudah buat Ijtima Ulama untuk tentukan capres mana yang akan didukung. Seperti sudah bisa diduga, yang mereka dukung adalah pasangan Anies-Cak Imin. Tapi 212 mengajukan sejumlah syarat dukungan. Antara lain bahwa Anies kalau jadi Presiden nanti harus mengikuti kata-kata ulama. Sampai saat ini, belum lagi terdengar jawaban Anies.
Kini, ada pula rencana acara Reuni 212. Acara ini bakal digelar di Monas dengan tema “Munajat untuk Kemenangan Palestina dan Keselamatan NKRI”. Reuni ini akan digelar dua hari, yakni tanggal 1 dan 2 Desember, dari pukul 03.00 s.d 09.00 WIB. Acaranya antara lain, ibadah, zikir, salawat bersama dan tausiah keagamaan. Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin bahkan sesumbar acara ini bakal dihadiri 3 jutaan orang. Pemerintah sendiri sudah mengingatkan agar acara ini tak bawa-bawa agenda politik.
Reuni ini terinspirasi dari Aksi 212 yang digelar pada 2 Desember 2016 di lapangan Monas. Beberapa penggeraknya antara lain GNPF MUI, FPI dan ormas Islam lainnya. Acara tujuh tahun lalu itu dianggap sukses menjadikan Anies sebagai Gubernur DKI dan membawa Ahok ke penjara atas alasan penistaan agama
Karena itu bagi para pendukung aksi, 2 Desember itu dianggap sebagai hari bersejarah kemenangan umat Islam yang perlu dikenang.
Tahun lalu Refly Harun bahkan sempet ngusulin agar 2 Desember dijadikan Hari Festival Islam di Indonesia. Kata Refly, Festival Islam ini berpotensi bagi dunia pariwisata dengan mendatangkan banyak turis dari berbagai belahan dunia. Tapi kalau mau jujur sih, 212 sudah semakin redup daya tariknya. Kelompok-kelompok Islam yang dulu mendukungnya sudah tidak lagi menganggap ini sebagai acara besar yang perlu dirayakan. Kalaupun diadakan dengan berbagai alasan, jumlah pesertanya makin merosot
Apakah tahun ini, pesertanya akan kembali diikuti jutaan orang seperti yang dibilang Novel Bamukmin?
Kita lihat saja nanti!


