Tak Tahu Diri! Pasangan Prewedding Penyebab Kebakaran Ancam Lapor Pengelola Taman Nasional Bromo

Published:

Tahu kan ada kebakaran parah di Taman Nasional Bromo! Pengacara pasangan prewedding yang nyebabin kebakaran itu malah bakal ngelaporin pengelola Taman Nasional Bromo ke polisi. Kata si pengacara, kebakaran nggak sepenuhnya kesalahan kliennya. Kesalahan, katanya, juga dilakuin pengelola wisata Gunung Bromo. Petugas dianggap lalai karena nggak mengetahui kliennya bawa flare masuk ke area taman nasional. Petugas, katanya, seharusnya ngecek barang-barang wisatawan yang masuk. Pengelola Bromo, katanya, seharusnya juga nyediain sejumlah fasilitas penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) juga ikut dituduh lalai. BB TNBTS, katanya, nggak nerapin sistem pengamanan dan antisipasi kebakaran. Ngeselin banget kan! Buat yang nggak ngikutin kasusnya, kebakaran parah terjadi di kawasan Bromo minggu lalu. Kebakaran terjadi gara-gara ada sesi foto prewedding yang gunain flare. Padahal rerumputan di sana lagi mengering karena kemarau panjang. Radius kebakarannya luas banget sampai melebar ke tiga perbatasan wilayah Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Api baru berhasil dipadamkan setelah 6 hari.

Gara-gara kebakaran, ekosistem kawasan taman konservasi di Bromo rusak parah. Para pedagang dan pelaku usaha wisata lainnya kehilangan mata pencaharian karena objek wisata ditutup secara total. Pengelola Bromo bilang bakal proporsional ngadepin laporan itu sesuai undang-undang yang berlaku. Direktur Jenderal Konservasi Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, bantah tudingan adanya kelalaian. Pengelola taman nasional Bromo, katanya, nggak punya kewenangan meriksa seluruh barang bawaan wisatawan. Apalagi sudah banyak papan informasi peringatan yang terpasang soal larangan buang puntung rokok sembarangan.

Belakangan, polisi mengungkap pasangan prewedding itu nggak ngantongin surat izin masuk kawasan konservasi. Mereka beli tiket online sebagai pengunjung biasa, bukan tujuan komersil untuk pemotretan prewedding. Saat ini baru satu orang yang udah jadi tersangka, yaitu manajer wedding organizer, Andrie Wibowo. Semoga polisi mengusut tuntas kasus ini ya. Biar yang salah bertanggung jawab, bukan cuci tangan dan nyalahin pihak lain. Foto prewed boleh, tapi jangan jadi goblok ya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img