Gara-gara bilang kalau Ketua PKI, Aidit keturunan habib, Rhoma Irama dikritik oleh sejumlah orang. Salah satunya Abdullah Abubakar Batarfie, mantan Sekjen Pemuda Al-Irsyad dan Ketua Pusat Dokumentasi Al-Irsyad. Dia sampai nulis di Hidayatullah.com. Abdullah bilang, Rhoma seperti kacang lupa kulitnya. Dia bilang juga, pernyataan Rhoma menyiratkan kebencian pada Yaman.
Padahal, musik yang melambungkan nama Rhoma adalah musik yang punya akar Arab, termasuk Yaman. Ditambah lagi, ada sosok Awab Purnama, orang yang berperan besar di balik kesuksesan Rhoma, dan dia punya darah Yaman. Abdullah juga membantah kalau Aidit keturunan Ba’alawi. Katanya, Muso itu asli Jawa dari Kediri, dan Aidit dari Sumatera Barat.
“Tuduhan Rhoma kurang tepat dan bisa menyesatkan sejarah,” tulis Abdullah.
Kita menyayangkan ya kalau omongan Rhoma itu nggak terbukti kebenarannya. Tapi, kita nggak boleh lupa, akar masalah ini tuh bukan dari Rhoma. Narasi pemecah umat dan bikin suasana panas ini justru muncul dari Habib Rizieq. Rizieq yang pertama kali menuduh kalau Pasukan Berani Mati Jokowi itu PKI di Jakarta. Padahal, itu hoaks, dan pasukan yang dia tuduh juga nggak terbukti ada. Belum jelas kebenarannya, tapi Rizieq dengan gampangnya menuduh mereka PKI. Sebagai tokoh agama yang katanya keturunan Nabi, harusnya Rizieq nggak asal sebar isu dan klaim sembarangan. Tapi itu gak jadi perhatian Abdullah.
Yah, kita berharap kejadian ini bisa jadi refleksi buat semuanya ya. Jangan gampang terbawa isu yang nggak jelas kebenarannya. Apalagi kalau itu berpotensi memecah belah umat.
Yuk, gunakan akal sehat!



