Ustad Ngaco! Masa Perempuan Pakai Parfum Disebut Pelacur

Published:

Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami aneh banget deh. Masa dia bilang, perempuan muslim yang keluar rumah pakai parfum dan baunya kecium cowok bukan mahram sama dengan pelacur. Pernyataan ini disampein Abdullah dalam cuplikan video yang diposting akun instagram @hatibening4, pada 5 Mei lalu.

“Perempuan muslim yang keluar rumah pakai parfum terus baunya kecium sama laki-laki yang bukan mahram nya, maka dia adalah pelacur,” ucapnya lantang. “Fahiyah zaniyah. Maka dia adalah pelacur,” tegasnya lagi. “Yang ngomong Nabi!”

“Makhluk yang paling lemah lembut tapi pakai bahasa yang keras,” ucapnya meyakinkan. Abdullah kemudian bilang Nabi menyampaikan itu karena Nabi ingin menyelamatkan kaum perempuan muslim. Terus dia menceritakan kalau Nabi Muhammad pernah menyuruh perempuan yang mau shlata Isya di masjid kemudian disuruh pulang gara-gara perempuan itu pakai parfum. “Ayo muleh disek, aduso.” Artinya: “Pulang dulu, mandi dulu.” Perempuan itu disuruh mandi sampai baunya hilang, setelah itu baru boleh balik lagi ke masjid.

Sontak netizen beramai-ramai berkomentar miring sama pernyataan ustadz ini. “Berarti lebih baik bau ketek daripada bau parfum ya tadz?” sindir seorang netizen. “Kalau aurat tertutup oklah pak masuk akal, tapi kalau gak boleh pake parfum, masak lebih baik bau terasi? Jangan-jangan suaminya kawin lagi,” tulis netizen lain. “Pertanyaan gua nabi yang mana? Dasar al-Quranya ayat yang mana?” tulis yang lain.

Emang ada hadis soal perempuan pakai parfum, tapi… bukan berarti itu haram total. Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan adalah hadis yang diriwayatkan HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan An-Nasa’i. Hadis itu bunyinya: Setiap wanita yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka dia adalah seorang pezina”.

Tapi masa iya hadis itu ditafsirkan tekstual kayak gitu. Kata pezina dalam hadis itu maknanya kiasan atau majazi. Maksudnya: kalau perempuan pakai parfum dengan tujuan godain cowok, nyari perhatian, itu yang layak dikritik. Masa perempuan wangi otomatis dianggap nakal, jangan lebay lah.

Kita berada di abad modern, di mana laki-laki dan perempuan setara. Gak usahlah ngejudge-ngejudge perempuan dengan nilai-nilai 14 abad lalu. Nabi tuh gak bilang cewek pakai parfum itu pelacur. Yang beliau bilang adalah “seperti pezina”, jadi konteksnya kiasan moral, bukan vonis harfiah.

Menyamakan semua perempuan yang pakai parfum sama dengan pelacur, itu kezaliman, itu fitnah. Banyak perempuan muslim pakai parfum bukan buat godain siapa-siapa. Tapi buat jaga kebersihan, biar gak bau, dan karena itu bagian dari self-care.

Agama tuh seharusnya bikin hidup lebih beradab, bukan bikin orang takut jadi diri sendiri. Islam itu rahmatan lil ‘alamin, bukan agama yang suka ngecap dan ngehakimi. Kalau ustad-ustad kayak gini yang berdakwah jangan-jangan nanti Islam ditinggalkan pemeluknya. Yuk beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img