Jakarta, PIS – Presidium Alumni (PA) 212 bikin ulah lagi. Terbaru, mereka menolak kedatangan Coldplay untuk manggung di Jakarta pada November nanti. Mereka bahkan mengancam bakal mengepung bandara tempat kedatangan band asal Inggris itu.
Mereka juga mengancam bakal memblokir stadion GBK yang jadi venue konser. Alasan mereka menolak Coldplay karena sang vokalis, Chris Martin, pendukung LGBT dan penganut ateis.
Kata Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin, kalau kita menerima kedatangan Coldplay itu sama saja kita mengkampanyekan LGBT dan ateisme. Itu, katanya, bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila, apalagi mayoritas di Indonesia adalah muslim.
Dia juga minta pemerintah nggak kasih izin konser Coldplay karena momennya berdekatan dengan Pemilu 2024. Apa yang dibilang PA 212 itu jelas nggak masuk akal. Coldplay datang ke Jakarta itu cuma untuk konser, nggak kurang nggak lebih.
Apalagi, tuduhan PA 212 bahwa vokalis Coldplay itu ateis ngaco banget. Vokalis Coldplay jelas bukan ateis, terlihat dari pernyataannya di sejumlah interview.
Kalaupun vokalis Coldplay itu pendukung hak-hak kaum LGBT, mana mungkin sih penonton yang pulang dari konser itu langsung bersikap sama seperti dia. Itu kan sama aja menganggap penonton yang baru pulang dari konser Dewa bakal langsung milih Gerindra cuma gara-gara Ahmad Dhani caleg Gerindra.
Mudah-mudahan pemerintah berani bersikap tegas dan menjamin konser itu bakal berjalan dengan lancar. Biar Indonesia nggak dipandang sebagai negara yang nggak aman dan gampang disetir oleh sekelompok orang.
Kalo itu yang terjadi, Indonesia sendiri yang bakal rugi. Abaikan ormas yang nggak jelas!



